Hearticulate Ajak Gen Z Ekspresikan Emosi Lewat Seni dan Mindfulness

JAKARTA – Hearticulate menjadi ruang aman bagi generasi muda untuk belajar mengenali, menerima, dan mengekspresikan emosi melalui pendekatan seni dan mindfulness. Mengusung tema “Speak Your Heart Through Art”, Hearticulate merupakan proyek Community Development yang digagas mahasiswa Marketing Communication Batch 27 Excellent Class LSPR Institute of Communication and Business sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya isu kesehatan mental di kalangan Gen Z.

Digelar pada Sabtu (11/7/2026) di SMESCO Startup Hub Lantai 3, Pancoran, Jakarta Selatan, Hearticulate menjadi puncak rangkaian kampanye yang telah berlangsung sejak akhir Juni melalui berbagai aktivasi daring dan luring. Acara ini dirancang sebagai wadah bagi anak muda yang kerap merasa tidak didengar, dihakimi, atau kesulitan mengungkapkan perasaan sehingga membutuhkan ruang yang aman untuk menyalurkan emosi secara positif.

Ketua Pelaksana Hearticulate, Marina Bintang Feliza, mengatakan kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap fenomena banyaknya anak muda yang memilih memendam emosi karena takut mendapatkan penilaian negatif dari lingkungan sekitar. Menurutnya, Hearticulate ingin menghadirkan pengalaman yang mampu membantu peserta mengenali emosi sekaligus membangun keberanian untuk mengomunikasikan perasaan dengan cara yang lebih sehat.

Hearticulate
Foto: Dok.redaksisatu

“Hearticulate adalah ruang aman yang kami ciptakan agar setiap orang dapat mengekspresikan emosi dan perasaannya secara positif tanpa harus memendamnya sendiri. Kami berharap semakin banyak orang berani mengenali dan mengomunikasikan perasaannya melalui cara-cara yang sehat,” ujar Marina.

Melalui kolaborasi dengan UNIQ Mind Creates, Hearticulate memadukan seni, mindfulness, dan self-expression sebagai pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Seni dipilih bukan sekadar sebagai media berkarya, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri yang mampu membantu seseorang memahami kondisi emosionalnya dalam lingkungan yang suportif.

BACA JUGA  Wamenhan Ungkap Penyebab Kematian Lima Calon Manajer Kopdes

Berbeda dengan pameran seni pada umumnya, Hearticulate mengusung konsep experiential event yang memungkinkan peserta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kreatif. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar setiap peserta dapat mengeksplorasi emosi melalui pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Hearticulate
Foto: Dok.redaksisatu

Panitia menghadirkan lima area interaktif yang dapat diikuti peserta, yakni Dial Your Feelings, Smash Your Stress, Clay and Play, Hit the Beads, dan Speak in Blooms. Setiap zona menawarkan aktivitas berbeda yang membantu peserta mengenali kondisi emosional mereka melalui seni, permainan, hingga aktivitas reflektif.

Suasana acara semakin semarak dengan kehadiran berbagai pelaku UMKM binaan SMESCO Indonesia. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, komunitas kreatif, dan pelaku usaha dalam mendukung berbagai inisiatif sosial yang digerakkan oleh anak muda.

Tak hanya menghadirkan aktivitas interaktif, Hearticulate juga menggelar talkshow bertajuk “How to Deal with Emotional Suppression” yang mengangkat isu kebiasaan memendam emosi. Diskusi tersebut mengulas dampak psikologis dari emotional suppression sekaligus memperkenalkan seni sebagai salah satu alternatif untuk membantu seseorang mengekspresikan perasaannya secara sehat.

Hearticulate
Foto: Dok.redaskisatu

Talkshow menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni psikolog Imelda Konghohiro, M.Psi., kreator Mental Health Doodles Irwan (Wantji), serta Founder UNIQ Mind Creates Anetta Audrey, P., S.Psi. Ketiganya berbagi perspektif mengenai pentingnya mengenali emosi sejak dini serta membangun kebiasaan berkomunikasi yang lebih terbuka.

Sebagai pelengkap, Hearticulate juga menyelenggarakan workshop eksklusif Art Journaling bersama UNIQ Mind Creates. Workshop diawali dengan sesi guided breathwork yang dipandu Mira Madjid, Founder Bodhicitta Circle, untuk membantu peserta lebih rileks sebelum menuangkan emosi mereka ke dalam karya seni.

Founder UNIQ Mind Creates, Anetta Audrey, mengatakan tidak semua orang mampu menyampaikan isi hati melalui kata-kata. Menurutnya, seni sering kali menjadi media yang lebih jujur dalam menggambarkan kondisi emosional seseorang.

BACA JUGA  Insan Pers Perlu Secure Cloud Backup

“Kata-kata bisa bohong, tapi apa yang digambar, dituangkan dalam sebuah karya nggak bisa bohong. Itulah mengapa metode melalui seni sangat membantu proses mengendalikan kesehatan mental kita,” ujar Anetta.

Dosen pengampu mata kuliah Community Development LSPR Institute of Communication and Business, Melvin Bonardo Simanjuntak, menilai kegiatan seperti Hearticulate menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu komunikasi secara langsung kepada masyarakat. Ia menilai mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu merancang program komunikasi yang memberikan dampak nyata terhadap isu sosial yang sedang berkembang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar membangun strategi komunikasi yang relevan sekaligus menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan kesehatan mental yang semakin banyak dialami generasi muda.

Selain mengangkat isu kesehatan mental, Hearticulate juga mengusung konsep sustainable event melalui kolaborasi dengan Waste4Change dalam pengelolaan sampah selama acara berlangsung. Panitia turut berkomitmen menyalurkan 20 persen hasil penjualan tiket sebagai donasi serta mengadakan kegiatan sosial bersama warga binaan lansia di Panti Sosial Bina Insani (PSBI) Bangun Daya 2 Cipayung.

Melalui perpaduan seni, mindfulness, edukasi, dan aksi sosial, Hearticulate diharapkan menjadi gerakan yang mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berani mengenali, menerima, dan mengekspresikan emosinya secara sehat. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa seni bukan hanya menjadi media berkarya, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk membangun kesehatan emosional, komunikasi yang lebih baik, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Kintan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img