Waspadai Afrika Selatan!, Kabar Dunia Terkini Terkait Pandemi Covid-19

0
57
Waspada
ILUSTRASI
Guna mewaspadai pandemi COVID-19 dari Negara Afrika Selatan (Afsel), kabar dunia terkini memperingatkan untuk mewaspadai hal tersebut.

Kabar dari berbagai belahan dunia terkait untuk mewaspadai pengunjung dari negara Afrika Selatan dan lima negara lainnya di Afrika penting anda ketahui, agar lebih waspada.

Kabar dunia terbaru terkait COVID-19 ini, penulis peroleh dengan mengutif dari berbagai media yang terkenal dan medsos yang diyakini penulis kebenarannya, namun setidaknya ada nilai positif untuk diketahui agar diwaspadai.

BACA JUGA  Harga Minyak Mentah AS Naik Para Investor Khawatir

Simak kabar dunia terbaru terkait COVID-19 berikut ini untuk lebih waspada. Informasi dari berbagai belahan dunia menyebutkan bahwa saat ini pandemi COVID-19 sebagai berikut.

Dari Negara Asia Fasifik

Negara JEPANG, saat ini akan waspada pihaknya memperketat kendali di perbatasan bagi pengunjung yang berasal dari negara Afrika Selatan (Afsel) dan lima negara lainnya di Afrika.

Negara INDIA, juga waspada saat ini mengimbau semua negara bagian untuk secara ketat memeriksa dan menapis pendatang dari Afsel dan negara-negara lain yang diduga berisiko.

Demikian juga Negara AUSTRALIA, negara ini juga waspada dan tengah menyelidiki varian baru yang menyebar di Afsel dan memperingatkan kemungkinan menutup perbatasannya bagi pendatang dari negara itu jika risiko meningkat.

Produsen obat Pfizer Inc dan MSD, yang dikenal sebagai Merck & Co Inc di AS dan KANADA, kabarnya bersepakat untuk memberikan lisensi kepada perusahaan di Vietnam untuk memproduksi obat COVID-19 ini.

Negara Timur Tengah dan Afrika

Negara ARAB SAUDI, saat ini Arab Saudi akan mengizinkan pendatang asing dari enam negara, termasuk Indonesia, tanpa keharusan menjalani karantina 14 hari di negara ketiga. Kebijakan itu akan berlaku mulai 1 Desember pukul 01.00 waktu setempat.

Informasinya para ilmuwan dari negara AFSEL mengatakan mereka telah  mendeteksi sejumlah kecil kasus infeksi varian baru B.1.1.529. Mereka tengah meneliti implikasinya dan mengatakan varian itu memiliki konstelasi mutasi yang “sangat tak biasa”.

NAMIBIA, mewaspadai dan memperingatkan bahwa 268.000 lebih dosis vaksin Astra Zeneca dan Pfizer berisiko untuk dimusnahkan akibat lambatnya kemajuan vaksinasi.

Negara ISRAEL, juga melarang warganya bepergian ke wilayah selatan Afrika dan mencegah masuknya pendatang asing dari kawasan negara itu.

Negara AMERIKA, Jutaan orang Amerika telah menerima suntikan dosis penguat vaksin COVID-19, dengan kecepatan vaksinasi yang mendekati rekor.

Hal itu kabarnya dicapai setelah pemerintahan Presiden Joe Biden memperluas kelompok penerima yang memenuhi syarat.

Informasinya para pejabat kesehatan AS mengkhawatirkan lonjakan infeksi jelang liburan musim dingin dan mendesak agar lebih banyak orang menerima dosis ketiga itu.

Negara EROPA, Informasinya juga Negara-Negara dari Eropa juga meningkatkan vaksinasi dosis penguat COVID-19, dengan mulai memberikan suntikan pada anak-anak dan memperketat pembatasan ketika benua itu berjuang melawan lonjakan infeksi.

Kabarnya Varian baru ini telah menjadi hal yang paling mengkhawatirkan bagi otoritas kesehatan Inggris dan negara itu untuk sementara melarang penerbangan dari Afsel, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini.

Dari Negara PRANCIS Kabar baru juga datang dari Prancis, negara ini kabarnya akan memberikan dosis penguat vaksin COVID-19 bagi semua penduduk dewasa serta memperketat pemakaian masker, pemeriksaan pas kesehatan dan pengendalian perbatasan untuk meredam gelombang kelima COVID-19.

SLOVAKIA, juga saat ini sudah mulai memasuki lockdown dua pekan pada Kamis. Negara dengan tingkat vaksinasi terendah di Eropa itu menghadapi krisis rumah sakit dan lonjakan kasus baru. Tingkat infeksi per kapita di negara itu mencatat rekor tertinggi di dunia.

Nagara HONGARIA,  waspada dan telah bersiap memvaksinasi anak-anak berusia 5-11 tahun. PORTUGAL, salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, akan memberlakukan kembali pembatasan untuk menghentikan lonjakan kasus.

Penumpang pesawat yang tiba di negara itu, kabarnya harus diminta untuk menunjukkan hasil negatif tes COVID-19.

Kemudian Negara JERMAN, negara ini berada dalam fase pertumbuhan eksponensial jumlah kasus, kata Kanselir Angela Merkel. Angka kematian akibat COVID-19 di negara itu telah menembus angka 100.000.

Beberapa rumah sakit di BELANDA menunda perlakuan kemoterapi dan transplantasi organ untuk memberi ruang perawatan intensif yang lebih banyak bagi pasien COVID-19.

Perkembangan Medis.

Regulator obat-obatan UNI EROPAH  menyetujui penggunaan vaksin Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 5-11 tahun.

Negara TURKI mengizinkan penggunaan darurat vaksin buatan sendiri, Turkovac, dan diharapkan mulai tersedia pada akhir tahun.

Informasinya bahwa Vaksin COVID-19 aman bagi ibu hamil dan bukan penyebab meningkatnya komplikasi, menurut data Badan Keamanan Kesehatan Inggris.

Berkaitan dengan Dampak Ekonomi.

Dampak ekonomi juga berpengaruh terhadap, saham-saham mengalami tekanan tertinggi dalam tiga bulan di Asia dan harga minyak jatuh setelah varian baru COVID-19 mendorong investor beralih ke obligasi, yen dan dolar AS, demikian.

[*to-65].

BACA JUGA  Pekerja Migran Indonesia Diperlakukan Tak Wajar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.