Beranda INFO POLISI Setubuhi Santri hingga Melahirkan Pimpinan Ponpes Cabul Diamankan

Setubuhi Santri hingga Melahirkan Pimpinan Ponpes Cabul Diamankan

Setubuhi
SUMSEL | redaksisatu.id – Gegara setubuhi santrinya hingga melahirkan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) diamankan Polisi.

Informasi yang berhasil diperoleh media ini bahwa Kasus pencabulan tersebut terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menghebohkan warga di daerah itu, langsung disikapi kementerian agama.

Apalagi, pelakunya adalah oknum ustaz yang juga pemilik yayasan. “Masalah status pondok pesantren tersebut, sesuai arahan dan petunjuk Menteri Agama maka izin operasionalnya akan segera dicabut,” ujarnya.

“Ini diterapkan agar dapat menjadikan pelajaran bagi Pondok Pesantren lainnya, sehingga tidak terulang kembali kejadian seperti ini,” kata Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Deni Priansyah, Senin (3/1/2022).

Dengan akan dicabutnya izin operasional Pondok Pesantren Darul Ulum OKU Selatan tersebut, Deni menambahkan, akan memindahkan para santri yang disetubuhi tersebut ke Pondok Pesantren terdekat, baik di tingkat Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah ataupun yang lainnya di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren tersebut.

“Kita tidak perlu menunggu putusan inkrah pengadilan terhadap pelakunya, karena kita berdasarkan ketetapan Kementerian Agama. Ini akan menjadi contoh bagi Ponpes lainnya, terlebih pesantren ini merupakan panutan bagi umat muslim maupun bagi umat yang lainnya, sehingga harus dijaga marwahnya,” tegasnya.

Dia menyebutkan, pihaknya telah menerjunkan tim investigasi. “Kami telah membentuk tim investigasi yang berasal dari Kemenag Kabupaten, selain itu juga melibatkan Kepolisian setempat. Dari hasil awal, dilaporkan bahwa pelaku, MS (50), yang juga merupakan pimpinan yayasan Ponpes tersebut telah ditangkap,” ujar Deni.

Menurut dia, peristiwa pimpinan setubuhi santrinya tersebut dinilai sangat memalukan bagi dunia pendidikan, terlebih di bawah naungan Kementerian Agama. Oleh sebab itu, dirinya berharap agar aparat hukum bertindak tegas sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Deni menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir semua kasus yang dilakukan dan melibatkan oknum ponpes ataupun yang lainnya, karena akan berakibat terhadap pengelolaan ponpes. Termasuk juga berdampak pada para santri ataupun masyarakat yang bermukim di sekitar ponpes terkait.

Berita yang sama sudah dimuat di khalfani.co.id dengan judul:  “Pimpinan Ponpes Cabul Setubuhi Santri hingga Melahirkan”

[*to-65].

BACA JUGA  Polda Kalimantan Barat Limpahkan 9 Kasus Karhutla ke JPU
Artikel sebelumyaSidang Praperadilan Pertama Perkara Nomor 7 Digelar PN Pasbar
Artikel berikutnyaSri Sudarjo: Anggota KSU Rinjani Jadi Korban Kebijakan Gubernur NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.