Boyolali, redaksisatu.id — Pemerintah kembali menegaskan komitmen menjadikan desa sebagai fondasi pembangunan nasional melalui Puncak Acara Peringatan Tingkat Nasional Tahun 2026 yang digelar di Komplek Peringatan Hari Desa Nasional, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026).
Acara hari desa yang di hadiri ribuan kepala desa berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 13.00 WIB tersebut mengusung tema besar “Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”,
Dan dihadiri sekitar 40.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan peserta terdiri dari kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, lurah, camat, pengurus BPD, TP PKK, hingga perwakilan masyarakat desa.
Boyolali ditunjuk sebagai tuan rumah nasional dan menjadi pusat perhatian nasional ribuan kepala desa hadir dalam peringatan Hari Desa tahun ini, sekaligus menjadi simbol penguatan peran desa dalam agenda pembangunan nasional.
Kehadiran Lengkap Pejabat Negara Perkuat Bobot Acara Nasional
Menteri, Kepala Lembaga, hingga DPR dan DPD RI Hadir Langsung
Puncak Hari Desa Nasional 2026 dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara lintas kementerian dan lembaga. Hadir di antaranya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI H. Yandri Susanto, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Selain itu, turut hadir pimpinan lembaga strategis seperti Kepala BNN, Kepala BNPT, Gubernur Lemhannas, unsur TNI-Polri, pimpinan kejaksaan, DPR RI, DPD RI, Mahkamah Konstitusi, serta perwakilan Kantor Staf Presiden.
Dari unsur daerah, hadir para gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
Rangkaian Acara Dimulai dengan Nuansa Budaya dan Kebangsaan
Seni Tradisional dan Doa Bangsa Warnai Pembukaan
Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan hiburan pembuka Tari Nusantara Topeng Ireng yang menggambarkan kekayaan budaya desa. Doa bangsa dipimpin oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, sebagai simbol harapan dan keberkahan bagi desa-desa di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan dari asosiasi desa kepada korban bencana, menegaskan semangat solidaritas dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa.
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Sorotan Utama
Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Kelembagaan Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah pemutaran video selayang pandang serta penjelasan alur bisnis Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini dirancang sebagai penggerak ekonomi desa, penguatan UMKM, serta bagian dari strategi nasional membangun ekonomi dari bawah.
KDMP diharapkan menjadi simpul distribusi, produksi, dan pemasaran hasil desa, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Gubernur Jawa Tengah: Desa Adalah Motor Pertumbuhan Ekonomi
Apresiasi bagi Kepala Desa Berprestasi
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2026.
“Kegiatan ini sangat baik karena mendorong tumbuhnya ekonomi mikro di desa. Jika ekonomi desa bergerak, maka perekonomian nasional akan ikut menguat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki ribuan potensi lahan pertanian yang luas serta berbagai desa mandiri, termasuk desa mandiri sampah dan desa dengan kemandirian ekonomi. Dalam momentum ini, 275 kepala desa mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan inovasi di tingkat desa.
Menteri Desa: Desa Bukan Objek, Tapi Subjek Pembangunan
Kekompakan Desa Kunci Keberhasilan Program Nasional
Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan bahwa Hari Desa Nasional yang di hadiri ribuan kepala desa ini merupakan milik seluruh warga desa di Indonesia. Menurutnya, desa kini ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima kebijakan.
“Kekompakan dan persatuan adalah modal utama membangun Indonesia dari desa. Jika desa kuat, maka negara akan kuat,” tegasnya.
Ia juga menyinggung program strategis nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk langsung menyentuh desa dan menggerakkan siklus ekonomi lokal. Menteri Desa menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh program tersebut adalah kesejahteraan rakyat, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Arahan Menko Pangan: Desa Ujung Tombak Swasembada
Target Surplus Pangan Nasional Tahun 2026
Arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting dari Abu Dhabi. Dalam arahannya, ia menyebut desa sebagai ujung tombak keberhasilan program ketahanan pangan nasional
“Program-program yang menyentuh langsung ke ribuan desa seperti MBG dan Kopdes memberikan dampak besar bagi ekonomi rakyat. Tahun 2026 kita optimistis mencapai swasembada pangan dan surplus,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah desa dan Kementerian Desa yang dinilai konsisten bersinergi dalam menjalankan program nasional berbasis desa.
Deklarasi Boyolali dan Penghargaan Nasional
Puncak kegiatan hari desa dengan ribuan peserta ditandai dengan Pengucapan Deklarasi Boyolali, dilanjutkan Kick Off Hari Desa Nasional yang disimbolkan dengan pelepasan burung merpati, sebagai lambang persatuan dan harapan masa depan desa Indonesia.
Selain itu, dilakukan penyerahan penghargaan lomba tingkat nasional, apresiasi program kementerian/lembaga dan pemerintah daerah berbasis desa, serta penghargaan khusus kepada Gubernur Jawa Tengah, Bupati Blora, dan Bupati Boyolali.
Penutup Meriah dan Situasi Kondusif
Acara ditutup dengan hiburan musik nasional oleh Charly Van Houten, yang disambut antusias ribuan peserta. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, pengamanan berjalan optimal dan situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali menjadi penegasan bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari desa, dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.(Kontributor: Jiyono/ Editor: MSar)



