Beranda DAERAH Relawan Sebagai Agen Kemanusiaan di Wilayahnya

Relawan Sebagai Agen Kemanusiaan di Wilayahnya

Relawan Sebagai
Pasaman Barat | Redaksi Satu – Relawan sebagai agen Kemanusiaan di wilayahnya selalu bergerak dan berbuat, hingga motto “Bersama Kita Bisa” di Kolabor Aksi Kemanusiaan Pasaman Barat (KKPB) dan Mata Rakyat Pasaman Barat PEDULI (MRPB P) yang berafiliasi dengan beberapa komunitas kemanusiaan yang ada di Pasbar tetap eksis.

Hal ini terungkap saat media ini berdialog dengan dua sosok tangguh Kolabor Aksi Kemanuaiaan, Decky H. Sahputra dan Mon Eferi di Markas KKPB/MRPB P di Jalur 32 Simpang Empat Pasaman Barat, Sabtu (05/02/2022).

Dikatakan Decky yang didampingi Mon Eferi, kegiatan Kolabor aksi kemanusiaan ini semua tak terlepas dari peran dan kerjasama dari berbagai komunitas yang secara rutin terus peduli dan membantu sesama yang membutuhkan seperti, Majelis Mujahidin, Laskar Mujahidin World Human Care (WHC), PPS Bundo Kanduang,Yayasan UmmahatInayah,Solidaritas Peduli Sesama,
Generasi Air Bangis Berbagi, Talamau Peduli,
Pandah Art Green, Yayasan Gerakan Bunda Berbagi (YGBB), Parak School, LDK AlUkhuwah STAI Yaptip, Anak Maligi Berbagi, Kinali Peduli,
HIGMASK Seberang Kenaikan, Aua Kuniang Peduli, Relawan Nagari STAK, Relawan Nagari Kajai, Bank Sampah Tuah Basamo, Sebar Pukat Sasak, Aliansi Kinali Berbagi, IMKP Peduli, POSSI Pasbar, Pemuda Pancasila, FPL Pasbar, AMPU Simpang Tiga, PREMMAN Paraman Ampalu.

Kegiatan Peduli sesama tersebut berjalan sesuai dengan kegiatan dan aksi nyata di lapangan berupa beberapa informasi dan Laporan KKPB /MRPB Peduli di setiap bulannya.

Seperti pada Laporan KKPB/MRPB Peduli untuk awal Januari lalu, pihaknya telah menyalurkan dan memberi bantuan berbagai biaya kepada mereka yang membutuhkan.

Seperti yang diterangkan Decky, awal bulan lalu pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada Afif yang saat ini berumur 9 tahun 5 bulan, karena Afif mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat pernah mengalami step berulang kali ketika masih bayi, hingga mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan mental, selain itu Afif juga juga menderita gangguan saluran pernapasan, sehingga napasnya berbunyi dan pendek-pendek.

Dikatakan Decky, melihat kondisi Afif tersebut, seorang terapis dari Ujung Gading tersentuh hatinya, hingga ia bersedia merawat Afif dengan melakukan terapi pijat sampai saat ini.

Orangtua Afif sudah cukup lama berusaha untuk kesembuhan Afif, baik berobat ke rumah sakit maupun pengobatan alternatif, namun masih belum bertemu dengan obat yang tepat.

Melihat kondisi tersebut KKPB/MRPB P kembali menyempatkan waktu untuk mengunjungi Afif di Pasaman Baru Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Pasbar untuk melihat perkembangannya.

Pada kesempatan itu pihakKKPB/MRPB P juga menyerahkan bantuan biaya terapi sebanyak Rp 300.000.

Selanjutnya Decky yang didampingi Mon Eferi menyampaikan, berdasarkan laporan Srikandi relawan yang tergabung di Yayasan Gerakan Bunda Berbagi (YGBB) kepada KKPB/MRPB P, di mana pada minggu ke dua Januari saat pihaknya membagikan nasi kotak sebagai salah satu program rutin yang diberi nama “Jumat Berbagi” ada sedikit cerita pilu yang mereka terima.

Seperti yang diceritakan oleh Srikandi YGBB kepada media ini yang saat dialog ini berlangsung juga berada di Markas Kolaboraksi, menurutnya saat mereka sedang membagikan nasi kotak dengan mendatangi rumah – rumah warga, ada salah seorang warga, sebut saja EW, mereka melihat sang ibu separuh baya itu baru saja meminjam beras untuk sekali masak ke tetangganya.

Menurut Srikandi YGBB asal Kajai tersebut, Jumat pagi itu saat menemui EW untuk membagikan nasi kotak Program rutin Jum’at Berbagi Yayasan Gerakan Bunda Berbagi (YGBB), ibu separuh baya yang juga seorang janda itu, terlihat bersama anaknya sedang bersiap untuk menanak nasi yang baru mereka pinjam ke tetangganya.

BACA JUGA  Kementerian PUPR Perbaiki Ruas Jalan Longsor Desa Talang Baru

EW, ibu separuh baya yang tinggal hanya berdua dengan anaknya ini berkata; “Beraslah berikan untuk kami. Kalau nasi, hanya untuk sekali makan. Sedangkan untuk malam nanti kami tidak punya apa-apa yang mau dimasak,”ujar ibu tua itu.

Relawan Srikandi Kajai melanjutkan, mendengar permintaan ibu Erma, dan setelah memperhatikan kondisi rumah papan yang mereka tempati, pejuang kemanusiaan ini pun selanjutnya menghubungi Ketua MRPB Peduli, menyampaikan kondisi tersebut.Relawan Sebagai

Pada kesempatan itu Srikandi menyampaikan niatnya kepada KKPB/MRPB P melalui seluler, agar segera mempersiapkan bantuan berupa sembako dan juga 3 lembar GRC untuk pembatas tempat tidur ibu Erma dan putrinya dengan dapur.

Berdasarkan laporan dan permintaan bantuan Srikandi tersebut, Decky H. Sahputra ketua KKPB yang didampingi oleh Mon Every ketua MRPB P langsung menyetujui permintaan dan meminta kepada Srikandi untuk segera menjemputnya.

Berselang beberapa saat kemudian, Yusnidar salah seorang relawan Srikandipun datang menjemput bantuan yang telah dipersiapkan.

Sebelumnya, menurut Yusnidar Relawan Srikandi ini, setelah menerima paket bantuan tersebut, pihaknya langsung putar arah pulang ke Kajai dan mengajak putranya untuk mengantarkan bantuan dari KKPB / MRPB P itu ke kediaman Ibu Erma di Limpato Kajai.

“Alhamdulillah, telah kita serahkan zakat dari Obama Bakery sebanyak Rp 500.000, serta sekarung beras 10 kg. serta ada beberapa tambahan bantuan lainnya dari YGBB, Nelma Yunita berupa beras, telur, mie instan dan susu kaleng,” jelas Decky.

Yusnidar mengatakan, begitu mereka sampai di depan rumah warga duafa itu, mereka bertemu dengan ibu Erma yang baru saja pulang dari meminjam beras lagi kepada tetangganya.

Menurut Yus, mungkin dari ucapan ibu itu tadi pagi, saat YGBB mengantar nasi program Jumat berbagi, “beraslah beri kepada kami” dan mungkin karena tak menyangka kita akan secepat itu meresponnya untuk memberikan bantuan, makanya beliau mencari pinjaman beras lagi untuk dimasak malam ini.

Dikatakan Yus, Melihat kedatangan Relawan dengan tumpukan bantuan yang untuk diserahkan itu, ibu Erma berulang kali mengucapkan terimakasih sambil menyeka air matanya.

” Jazaakumullaahu khayran. Terimakasih kepada para dermawan dan relawan kemanusiaan yang telah memberikan secercah kebahagiaan kepada mereka yang dalam kesusahan. Semoga Allah Swt mudahkan urusan kita semua di dunia dan akhirat kelak. Aamiin,” Ucap Yus Srikandi YGBB.

Decky bersama Mont Every pada kesempatan itu juga menyampaikan pesan dan himbauan, semoga para dermawan Pasaman Barat ikut tergugah, hingga tak putus-putusnya untuk menyalurkan infak, sedekah ataupun zakat panen sawitnya melalui MRPB Peduli/KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat – KKPB.

” apa lagi dalam ekonomi akibat dampak Covid saat ini, tentu masih banyak warga kita dan khususnya mereka yang kurang mampu butuh uluran dan bantuan kita bersama,”himbaunya.

Selanjutnya, masih berdasarkan informasi Laporan KKPB dan MRPB P pada minggu berikutnya pihaknya juga telah membayar iuran BPJS perdana an. Retni dan 6 orang anaknya, termasuk BPJS Eko Harian di.

Menurut Mont Efery, pagi itu pihaknya telah membayarkan iuran BPJS perdana an. RETNI dan 6 orang anaknya, termasuk Eko Hariandi (17 th) untuk fasilitas layanan kelas 3.

Dikatakannya, Retni dan anak-anaknya adalah merupakan warga Jorong Sakato Jaya, Kecamatan Sei Aur, Kabupaten Pasaman Barat dari keluarga kurang mampu yang masih membutuhkan uluran tangan para dermawan.

“Alhamdulillah, pagi ini kita telah membayarkan iuran BPJS perdana an. RETNI dan 6 orang anaknya, termasuk Eko Hariandi (17 th) untuk fasilitas layanan kelas 3,” terangnya.

Menurutnya, setelah membayar iuran BPJS mereka, pihaknya langsung menuju Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat untuk pencetakan kartu BPJS.

BACA JUGA  PPKM di Kepulauan Riau Diperpanjang

“Tidak memakan waktu lama, lebih kurang setengah jam kita menunggu, akhirnya kartu BPJS keluarga duafa tersebutpun kita terima,” ucap Mon.

Seperti yang diceritakan Mon Eferi, Retni dan enam orang anaknya termasuk dari keluarga kurang mampu, apa lagi saat ini Eko Hariandi, putra pertama Retni menderita kelumpuhan setelah mengalami kecelakaan tunggal pada bulan Juli 2021 tahun lalu.

Dikatakan Mon, Karena keluarga mereka tidak punya BPJS dan tidak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit, terpaksa Eko yang mengalami kelumpuhan sejak kecelakaan tersebut, pasrah terbaring di rumahnya yang sangat sederhana itu.

” Meski ibu Eko, Retni (36 thn) terpaksa harus membanting tulang setiap hari untuk mencari nafkah menghidupi enam anak-anaknya, Eko sebagai anak pertama, yang diharapkan akan bisa membantu ibunya, sekarang terbaring tak berdaya,” terang Mon.

Disampaikan Mon Eferi lagi, sebelumnya dengan bantuan Relawan MRPB Peduli/KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat – KKPB, Eko sudah dibawa ke RSUD Pasbar. Setelah dirawat inap beberapa hari di RSUD Pasbar, Eko kemudian disarankan agar dibawa ke Padang. Sementara BPJS-nya belum ada.

Berdasarkan informasi relawan tersebutlah, akhirnya KKPB dan MRPB P memfasilitasi dengan membantu pendaftaran dan pembayaran BPJS Eko Hariandi sekeluarga (7 orang sesuai KK).

“Alhamdulillah, kini tinggal persiapan untuk membawa Eko ke Rumah Sakit di Padang agar mendapatkan penanganan terbaik,” terangnya.

“Akhirnya Rajuddin Dirujuk ke Padang”

Selanjutnya Decky H. Sahputra menyampaikan, kegiatan KKPB dan MRPB P yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas kemanusiaan yang ada di Pasbar terus meningkat, sebab para relawannya sebagai agen kemanusiaan di daerahnya masing-masing tiada henti bergerak tuk kepedulian.

Seperti adanya laporan dari Relawan pada Senin 17/01/2022 bulan lalu, di mana saat itu relawan KolaborAksi kemanusiaan menjemput Rajuddin (34 thn) yang telah hampir sembilan bulan menderita lumpuh ke Lubuk Gobing, Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan, Pasbar.

Dikatakannya, relawan berangkat dengan menggunakan Ambulan KolaborAksi Kemanusiaan untuk menjemput Rajuddin agar bisa dibawa ke RSUD Pasaman Barat.

Sesampai di Lubuk Gobing, ternyata rumah Rajuddin cukup jauh dari jalan aspal yang bisa ditempuh kenderaan roda empat, sebab untuk mencapai rumah Rajuddin terlebih dahulu harus
menyeberangi dua buah rambin atau jembatan gantung.

Akhirnya Rajuddin yang telah 9 bulan mengalami lumpuh tersebut terpaksa dibawa dengan becak agar sampai ke tempat ambulan KKPB yang menunggu di Lubuk Gobing.

Setelah segala sesuatunya selesai diurus, seperti rujukan dari Puskesmas Batahan, Rajuddin pun dibawa ke RSUD Pasbar yang didampingi oleh istri dan dua orang adiknya.

Senin siang sekitar Pukul 11.00 Wib ambulan KKPB sampai di RSUD Pasbar, relawan dengan sigap segera mendaftarkan Rajuddin ke Poli Saraf.

Pada awalnya memang sempat terjadi sedikit ketegangan, sebab begitu selesai dironsen, Rajuddin hanya diberi obat dan hanya rawat jalan.

Pihak Rumah sakit mengatakan agar Rajuddin kembali lagi ke RSUD Pasbar tanggal 31 Januari 2022, tapi karena pelayanan yang kurang memuaskan dari pihak RSUD, apa lagi Rajuddin tanpa diperiksa terlebih dahulu oleh dokter, sudah langsung dikatakan untuk bisa pulang ke rumah hari itu juga.

Hal ini membuat bukan saja pihak keluarga yang kurang puas, tapi relawan pun keberatan, sebab mengingat jarak yang jauh bagi mereka untuk bolak – balik ke rumah sakit.

Berkat desakan keluarga dan relawan, yang meminta kepada perawat piket agar pasien bisa diperiksa oleh dokter hari itu juga, walau sempat menunggu cukup lama, barulah perawat bersedia menyampaikan permintaan pihak keluarga kepada dokter, dan akhirnya dokter spesialis saraf RSUD Jambak berkenan memeriksa pasien.

BACA JUGA  Gubernur Rohidin Terima Baznas Award 2022

Setelah pasien dan hasil ronsen diperiksa oleh dokter spesialis saraf RSUD Pasbar, akhirnya sang dokter pun menyarankan agar Rajuddin dirujuk ke RSUP M. Jamil Padang.

Karena rujukan ke Padang disarankan untuk keesokan harinya (18/01/2022) akhirnya Rajuddin tidak jadi dibawa pulang, dan untuk malam itu beberapa relawan MRPB P Seperti Taufik Akmal Nasution, Mukhtar Efendi Hasibuan dan Sarif Wanda mencari rumah untuk tempat menginap pasien serta keluarga pendamping malam itu.

Diterangkan Mon, akhirnya rumah singgah didapat dekat gerbang belakang RSUD Jambak Pasbar dan langsung relawan segera membayarkan sewa rumah singgah tersebut.

“Insya Allah besok pagi Rajuddin akan dibawa ke RSUP M. Jamil Padang. Semoga ada jalan kesembuhan buat ayah satu anak ini Aamiin,” ujar Mukhtar malam itu, jelas Mon saat mengulang kembali pernyataan tersebut.

“Bayangkan berapa banyak warga kurang mampu yang terbantu jika setiap kita peduli dan ikut mendukung aksi sosial kemanusiaan ini, jangan tunggu kaya untuk bersedekah, sebab bila kita berniat, dengan Rp 5000/bulan pun akan sangat berarti jika semua warga grup peduli,” terang Mon.

“Miftahul Rizki Sudah Menjalani Operasi”

Meski sekian rangkaian kegiatan KKPB dan MRPB P begitu padat, namun semangat para relawan sebagai agen kemanusiaan di wilayahnya masing-masing terus bergerak dan tak mengenal lelah.

Sebelumnya, di mana pihak KolaborAksi telah pernah mengangkat informasi di medsos tentang Miftahul Rizki (17 thn), remaja Kelas 2 SMA dari Kampung Gua Paraman yang mengalami patah tulang kaki kanannya.

Dikatakan Decky H Sahputra yang didampingi oleh Mon Eferi, selama beberapa saat pihaknya sempat kehilangan berita atau informasi tentang Rizki.Relawan Sebagai

Akhirnya berdasarkan informasi yang mereka terima, masalah Rizki ternyata sudah dihandel oleh salah seorang Relawan KolaborAksi, Ikhwan Hadi, yang saat ini sebagai Kepala Rumah Singgah Pasbar M Ihpan di Padang.

“Alhamdulillah, dengan bantuan Ikhwan Hadi, Rizki telah dibawa ke Padang dan telah menjalani operasi di RSUP M. Jamil Padang pada tanggal 14 Desember 2021 akhir tahun lalu. Kaki Rizki yang sebelumnya membengkok akibat patah pada tulang keringnya, sekarang telah lurus setelah dipasang dua besi pen,” terang Decky.

Menurut mereka, sampai saat ini Rizki masih bertahan di RSP M Ihpan Padang karena harus menjalani kontrol setiap dua hari, kemungkinan Rizki masih harus tetap di Padang selama 3 bulan ke depannya sampai menjalani operasi pengangkatan pen di kakinya.

Seperti yang disampaikan oleh dua sosok tangguh KolaborAksi Kemanusiaan Pasbar ini, (Decky dan Mon) Rizki yang tinggal di Padang selama masa perawatan, tentunya Rizki dan keluarganya butuh bantuan biaya hidup sehari-hari seperti, biaya transportasi ke rumah sakit, karena kaki Rizki belum bisa ditekuk, apalagi untuk melangkah, makanya Decky H Sahputra dan Mon Eferi menghimbau dan mengajak kita semua untuk peduli.

“InsyaAllah, beban berat mereka akan bisa kita ringankan, mari kita perhatikan tetangga/warga sekitar kita yang sedang ditimpa kesusahan,jika kita semua peduli,” seru mereka Sabtu (5/02/2022) di markas Kolaborasi Jalur 32 Simpang Empat Pasaman Barat.

Di akhir pembicaraan, Decky tak bosan-bosannya kembali menghimbau pada kita semua dan khususnya para dermawan yang selama ini telah ikut berkontribusi dalam Gerakan Sosial Kemanusiaan ini, silahkan salurkan infaknya melalui rekening MRPB PEDULI di BRI, No. Rekening 0615-01-008410-53-1.

(Zoelnasti)

Artikel sebelumyaBupati Dan Wabup Promosikan Objek Wisata
Artikel berikutnyaPolda Metro Jaya Intinya Hentikan Kasus Arteria Dahlan Terkait Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.