Redaksi Satu | Bill Gates pendiri Microsoft, perusahaan raksasa dari Amerika’ Serikat, kembali mengejutkan membuka kenangan pahit di masa lalu.
Pendiri Microsoft ini merupakan perusahaan terkemuka di seluruh mancanegara, termasuk asia Indonesia
Bill Gates akhirnya mengakui kesalahan masa lalu, yang selama ini hanya beredar sebagai rumor dan laporan media.
Di tengah bayang-bayang relasinya dengan mendiang Jeffrey Epstein, Gates memilih berbicara dalam forum tertutup bersama staf Gates Foundation pada Selasa (24/2/2026).
Bukan konferensi pers, bukan wawancara eksklusif – melainkan pengakuan, langsung di hadapan orang-orang terdekat dalam lingkaran kerjanya.
Ia menyebut telah melakukan “kesalahan besar”. Namun yang membuat suasana pertemuan disebut mencekam adalah pengakuan soal kehidupan pribadinya.
Gates membenarkan pernah menjalin hubungan dengan dua perempuan, asal Rusia saat masih menjadi suami dari Melinda French Gates.
Pengakuan itu ibarat membuka kembali arsip lama, yang belum sepenuhnya tertutup.
Di saat reputasi filantropinya selama ini dipuji dunia, sisi personal yang kontroversial kembali menyeruak ke permukaan.
Pertanyaannya kini bukan sekadar soal masa lalu
Publik menanti, apakah pengakuan ini cukup untuk meredam tekanan, atau justru memicu gelombang.
Pertanyaan baru tentang integritas, transparansi, dan kepemimpinan moral figur yang selama ini dianggap simbol kedermawanan global. (Dilansir – Kompas).



