
redaksisatu – Suara Rakyat Arus Bawah, Di setiap sudut jalan, pasar, terminal, hingga perempatan kota, kita mudah menemukan spanduk besar bertuliskan “Gempur Rokok Ilegal.” Warnanya mencolok, gambarnya garang, dan pesannya keras.
Gempur rokok ilegal, seruan Pemerintah getol mengingatkan rakyat kecil agar tidak membeli rokok tanpa cukai. Tapi rakyat bertanya-tanya…kok tidak pernah ada spanduk besar bertuliskan “Gempur Koruptor”?
Padahal semua orang tahu: kerugian negara akibat korupsi jauh lebih dahsyat daripada rokok ilegal. Rokok ilegal mungkin mengurangi pendapatan negara, tetapi koruptor menguras isi negara, menghilangkan hak rakyat, dan menghisap masa depan bangsa. Rokok ilegal merugikan miliaran, sementara korupsi merugikan triliunan—bahkan generasi.
Mengapa tak ada spanduk “Berantas Korupsi Sampai ke Akar-Akarnya”?Rakyat kecil mulai curiga.
Jangan-jangan karena yang merokok ilegal adalah rakyat kecil, tapi yang korupsi justru orang-orang besar?
Rokok ilegal mudah disasar. Koruptor susah disentuh. Rokok ilegal biasanya ditindak dengan cepat. Tetapi korupsi?
Sidangnya panjang, hukuman sering dipotong, bahkan ada yang dapat fasilitas mewah di penjara. Jangankan spanduk, suara keras dari pejabat untuk menyerukan “Perang Melawan Koruptor” pun jarang terdengar.
Rakyat Kecil Sudah Muak, Rakyat arus bawah sudah bosan menjadi tameng. Bosan dikuliahi soal moral, tapi melihat pejabat memperkaya diri. Bosan dikejar-kejar pajak, tarif, dan aturan, sementara para koruptor dikejar dengan karpet merah.
Kalau negara benar-benar ingin mendidik rakyat soal hukum, tunjukkan dulu bahwa korupsi diberantas tanpa pandang bulu. Jangan hanya berani pada yang lemah, tetapi ciut pada yang kuat.
Seruan dari Rakyat Arus Bawah, Jika spanduk tentang rokok ilegal bisa dipasang besar-besaran di titik strategis, maka rakyat menuntut hal yang sama: “GEMPUR KORUPTOR!, BERANTAS KORUPSI SAMPAI TUNTAS!, HENTIKAN PERAMPOKAN BERJAMAAH!”**
Bukankah itu lebih penting untuk masa depan anak cucu kita? Rokok ilegal bukan pembunuh utama negara—korupsilah sumber semua kebocoran, hambatan pembangunan, dan penderitaan rakyat kecil.
Jadi jika negara benar-benar peduli pada bangsa ini, ayo pasang juga spanduk besar-besaran: “LAWAN KORUPSI MULAI HARI INI!, NEGARA MAJU, KORUPTOR HANCUR!”
Sebab suara rakyat arus bawah jelas dan tegas: “Kami ingin keadilan. Bukan sekadar spanduk peringatan.(MSar)
Disclaimer:
Tulisan ini merupakan opini publik yang mencerminkan pandangan penulis dalam konteks kebebasan berekspresi sebagaimana dijamin oleh undang-undang.
Isi artikel tidak ditujukan untuk menyerang pribadi atau pihak tertentu, melainkan sebagai kritik sosial yang bersifat umum terhadap fenomena korupsi di Indonesia.
Redaksisatu.id tidak bertanggung jawab atas tafsir yang timbul di luar konteks keseluruhan artikel.



