Opini: Perjalanan Religi Sejarah Kerajaan Mataram disusun oleh Saidi Hartono.
Yogyakarta, Redaksi Satu | Mengenang sejarah Kerajaan Mataram, tidak dapat dipisahkan dari jejak para ulama dan tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa.
Salah satu sosok yang hingga kini terus dikenang masyarakat adalah Syekh Maulana Maghribi, seorang aulia yang makamnya berada di kawasan Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada Kamis, 14 Mei 2026, suasana religi dan penuh khidmat terlihat di kawasan makam Syekh Maulana Maghribi.
Sejumlah peziarah datang dari berbagai daerah, untuk melakukan doa bersama sekaligus mengenang perjalanan dakwah sang ulama besar.
Lokasi makam yang berada di kawasan perbukitan, menjadikan perjalanan menuju kompleks pemakaman memiliki nuansa spiritual tersendiri.
Para peziarah harus menaiki sekitar 300 anak tangga, untuk mencapai pusara Syekh Maulana Maghribi.
Meski harus menempuh perjalanan cukup melelahkan, semangat para peziarah tidak surut.
Mereka tetap melangkah perlahan sambil menikmati, pemandangan alam kawasan Parangtritis yang dikenal memiliki panorama indah dan udara sejuk.
Bagi sebagian masyarakat Jawa, Syekh Maulana Maghribi ,diyakini memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah penyebaran Islam di Nusantara.
Nama beliau juga kerap dikaitkan dengan silsilah tokoh-tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Mataram.
Di area makam, para peziarah tampak memanjatkan doa serta membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Suasana tenang dan penuh kekhusyukan, terasa sejak memasuki gerbang utama kawasan pemakaman.
Kompleks makam Syekh Maulana Maghribi juga, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi yang cukup ramai dikunjungi.
Khususnya pada malam Jumat, bulan Suro, maupun hari-hari besar keagamaan Islam.
Selain menjadi tempat ziarah, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah yang kuat. Banyak masyarakat datang untuk mempelajari perjalanan dakwah Islam sekaligus mengenal, lebih dekat hubungan sejarah Mataram Islam dengan para ulama terdahulu.
Di sekitar area makam, pengunjung dapat melihat berbagai penanda sejarah, termasuk silsilah tokoh-tokoh penting yang berkaitan dengan Kerajaan Mataram dan perjalanan dakwah Islam di tanah Jawa.
Keberadaan makam Syekh Maulana Maghribi hingga kini, tetap dijaga masyarakat setempat.
Nilai budaya, sejarah, dan religi menjadi bagian penting yang terus diwariskan kepada generasi muda.
Sejumlah peziarah mengaku merasakan ketenangan batin, saat berada di kawasan makam.
Selain berdoa, banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Parangtritis sendiri selama ini dikenal luas, sebagai destinasi wisata pantai di Yogyakarta.
Namun di balik pesona wisata alamnya, kawasan tersebut juga memiliki kekayaan sejarah dan spiritual yang masih terjaga hingga sekarang.
Perjalanan menuju makam juga menjadi pengalaman tersendiri, bagi para pengunjung.
Jalur tangga yang panjang dianggap, sebagai simbol perjuangan dan kesungguhan dalam menapaki perjalanan spiritual.
Tradisi ziarah makam wali dan ulama besar memang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Tradisi tersebut tidak hanya bernilai religi, tetapi juga menjadi sarana mengenal sejarah bangsa.
Dengan keberadaan situs bersejarah seperti makam Syekh Maulana Maghribi, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga dan melestarikan warisan budaya serta nilai-nilai spiritual yang diwariskan para pendahulu.



