Sombong Penyakit Hati Manusia Oleh: Saidi Hartono
Redaksi Satu | Kesombongan merupakan salah satu penyakit hati, yang melekat pada diri manusia.
Sifat ini sering muncul ketika seseorang merasa lebih tinggi, lebih hebat, atau lebih mulia dibandingkan orang lain.
Banyak manusia yang terlena oleh harta, jabatan, kekuasaan, maupun popularitas. Mereka merasa semua yang dimiliki adalah hasil usaha pribadi semata tanpa menyadari bahwa semuanya merupakan titipan dari Tuhan.
Ketika seseorang mulai merasa dirinya paling penting, saat itulah benih kesombongan mulai tumbuh dalam hatinya. Sedikit demi sedikit, sifat tersebut akan menguasai cara berpikir dan perilakunya.
Kesombongan sejatinya bukanlah sifat manusia yang terpuji. Sifat ini justru identik dengan perilaku Iblis yang menolak perintah Tuhan karena merasa dirinya lebih mulia daripada Nabi Adam.
Dalam banyak ajaran agama, kesombongan dipandang sebagai dosa besar karena membuat seseorang sulit menerima kebenaran dan nasihat dari orang lain.
Orang yang sombong sering kali lupa akan asal-usul dirinya. Padahal manusia berasal dari sesuatu yang sangat sederhana dan kelak akan kembali menjadi tanah.
Harta yang dimiliki hari ini bukanlah jaminan akan dimiliki selamanya. Banyak orang kaya yang akhirnya jatuh miskin karena berbagai sebab yang tidak pernah mereka duga.
Jabatan yang tinggi juga bukan sesuatu yang abadi. Seiring berjalannya waktu, setiap pemimpin akan digantikan oleh generasi berikutnya.
Kesombongan membuat seseorang memandang rendah orang lain. Ia merasa pendapatnya selalu benar dan enggan mendengarkan masukan yang berbeda.
Seseorang yang sombong biasanya sulit mengakui kesalahan. Bahkan ketika terbukti keliru, ia tetap mencari alasan untuk membenarkan dirinya.
Salah satu ciri kesombongan adalah suka pamer. Segala sesuatu yang dimiliki ingin diperlihatkan kepada orang lain demi mendapatkan pujian dan pengakuan.
Ciri lainnya adalah merasa dirinya paling berjasa. Ia sering mengungkit kebaikan yang pernah dilakukan agar mendapat penghormatan.
Orang sombong juga cenderung meremehkan orang yang memiliki kondisi ekonomi lebih rendah darinya.
Tidak sedikit yang menilai seseorang hanya berdasarkan pakaian, kendaraan, atau status sosialnya. Padahal kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh hal-hal tersebut.
Kesombongan dapat merusak hubungan persaudaraan. Banyak pertemanan dan hubungan keluarga yang retak karena adanya sikap merasa paling hebat.
Dalam lingkungan kerja, kesombongan dapat menimbulkan konflik dan menghambat kerja sama antar sesama.
Sifat sombong juga membuat seseorang sulit berkembang. Ia merasa sudah mengetahui segalanya sehingga tidak lagi mau belajar.
Padahal ilmu pengetahuan terus berkembang. Orang yang rendah hati justru lebih mudah memperoleh pengetahuan baru karena selalu terbuka terhadap pembelajaran.
Kesombongan sering kali muncul secara halus tanpa disadari. Seseorang mungkin tampak sederhana di luar, namun di dalam hatinya merasa lebih baik dari orang lain.
Oleh karena itu, setiap manusia perlu melakukan introspeksi diri secara terus-menerus agar tidak terjebak dalam penyakit hati ini.
Kerendahan hati adalah lawan dari kesombongan. Sikap rendah hati membuat seseorang mampu menghargai sesama manusia tanpa memandang latar belakangnya.
Orang yang rendah hati menyadari bahwa setiap kelebihan yang dimilikinya adalah karunia yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh Tuhan.
Ia tidak mudah membanggakan diri, karena memahami bahwa masih banyak orang lain yang memiliki kemampuan lebih baik.
Kehidupan mengajarkan bahwa roda selalu berputar. Hari ini seseorang mungkin berada di atas, namun esok hari bisa saja berada di bawah.
Kesadaran akan perubahan kehidupan inilah yang seharusnya membuat manusia tetap rendah hati dan tidak mudah berbangga diri.
Menghormati orang lain merupakan salah satu cara untuk menghindari kesombongan. Setiap manusia memiliki nilai dan martabat yang sama di hadapan Tuhan.
Tidak ada alasan untuk merendahkan sesama hanya karena perbedaan status sosial, pendidikan, maupun kekayaan.
Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar pula rasa rendah hatinya. Sebab ia memahami betapa luasnya ilmu yang belum diketahui.
Kesombongan hanya akan membawa kerugian, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, kerendahan hati akan mendatangkan penghormatan dan kasih sayang dari sesama.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga hati dari sifat sombong. Ingatlah bahwa harta, jabatan, dan kekuasaan hanyalah titipan sementara.
Yang akan dikenang bukanlah seberapa tinggi kedudukan kita, melainkan seberapa baik akhlak dan manfaat yang telah kita berikan kepada sesama manusia.



