Jenis Ular yang Mematikan tapi Perlu Waspada Ini Dia!

Redaksi Satu | Mengapa hewan jenis melata ini paling ditakuti oleh manusia, beberapa jenis seekor ular yang dapat membunuh mangsanya dengan sekejap.

Seperti jenis ular boa misalnya jarang dijumpai di Indonesia, namun kelangkaan ini tidak serta-merta mengurangi rasa ngeri yang ditimbulkan jenis seekor ular boa.

Sebagian besar kasus yang tercatat justru, melibatkan pemilik yang tewas akibat ular peliharaannya sendiri. Berdasarkan laporan dari Sciencing.

Salah satu insiden terjadi pada tahun 2010 di Nebraska, ketika seorang pria ditemukan meninggal di rumahnya dengan seekor ular boa sepanjang sekitar 9 kaki melilit lehernya.

Kasus serupa kembali terjadi pada 2022 di Pennsylvania, di mana seorang pria dilaporkan tewas setelah dililit ular boa peliharaannya yang berukuran mencapai 18 kaki.

Selama ini, banyak laporan menyebut korban “dicekik” atau “mati lemas.” Namun, istilah tersebut sebenarnya kurang tepat.

Jenis ular boa tidak membunuh dengan cara menghentikan pernapasan, melainkan dengan metode yang jauh lebih cepat dan mematikan: menghentikan aliran darah.

BACA JUGA  Belajar Melepas: Tidak Semua Hal Harus Kita Genggam Erat

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Biology pada tahun 2015 mengungkap, bahwa ketika boa melilit mangsanya.

Tekanan yang diberikan sangat kuat hingga memutus sirkulasi darah. Arteri dan vena utama tertekan, sehingga darah yang membawa oksigen, tidak lagi dapat mencapai otak dan organ vital.

Akibatnya, jantung korban berhenti berdetak dalam waktu singkat. Tanpa suplai oksigen, kematian terjadi bukan karena kehabisan napas, melainkan akibat kegagalan sistem peredaran darah yang berujung pada henti jantung.

Berbeda dengan hewan berbisa yang mengandalkan racun untuk melumpuhkan mangsa dalam hitungan menit, ular boa menggunakan kekuatan ototnya.

Mereka melilit tubuh korban, mengunci pergerakan, lalu secara bertahap meningkatkan tekanan hingga mangsa tidak lagi mampu bertahan.

Proses ini memang tidak instan, tetapi berlangsung cukup cepat sehingga korban sering kali tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

Begitu lilitan mulai mengencang, peluang selamat menjadi sangat kecil.

BACA JUGA  Ketika Hukum Berhadapan dengan Orang Kuat: Suara Rakyat Kecil yang Kian Tenggelam

Selama berabad-abad, para ilmuwan mengira bahwa kematian akibat lilitan ular terjadi karena sesak napas.

Namun, temuan modern menunjukkan bahwa mekanisme sebenarnya jauh lebih kompleks dan mematikan.

Sayangnya, hingga kini masih banyak laporan yang keliru menggambarkan penyebab kematian tersebut sebagai “mati lemas.”

Pemahaman yang lebih akurat mengenai cara, kerja ular boa ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan.

Terutama bagi para pemilik hewan eksotis, sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img