Anak Desa Bermimpi Besar

Anak Desa Bermimpi Besar Cerpen: oleh Ismilianto Namanya Arga. Anak petani desa yang tanahnya subur, tetapi hasilnya tak pernah benar-benar melimpah. Setiap hari setelah pulang sekolah, Arga membantu ayahnya di sawah. Ia melihat tangan ayahnya yang kasar, punggung yang mulai membungkuk, dan cara...

Malam Terakhir Tak Dijadwalkan

Malam Terakhir Tak Dijadwalkan Cerpen: IsmiliantoMalam itu hujan turun pelan, seperti sengaja tidak ingin mengganggu siapa pun. Aku duduk di teras, memandangi lampu jalan yang berkedip lelah. Tanganku menggenggam secangkir kopi yang sudah dingin, tapi pikiranku jauh lebih dingin dari itu. Entah kenapa,...

Kapur Yang Tak Lagi Putih

Kapur Yang Tak Lagi Putih Cerpen: oleh Ismilianto (mungkin mereka menyiapkan krisis peradaban) Pak Arman menghapus papan tulis pelan. Bukan karena tulisannya sulit dihapus, tapi karena tangannya gemetar. Di sudut papan, masih tertulis satu kalimat: Kejujuran adalah keberanian untuk berkata benar, meski sendirian. Ia...

Amanah Hidup

Amanah Hidup Cerpen: oleh Ismilianto Gelap. Sunyi. Bukan seperti malam di dunia. Ia terbaring sendiri. Tak ada tubuh yang bisa digerakkan. Tak ada suara yang bisa dipanggil. Hanya kesadaran— dan penyesalan yang datang terlambat. Dua sosok mendekat. Wajahnya tak menyeramkan, namun suaranya tegas,...

Tanah Yang Bersaksi

Tanah Yang Bersaksi Cerpen: oleh IsmiliantoNamanya Rania. Ia tidak pernah bercita-cita menjadi petani. Namun suatu hari, hidup membawanya pulang— ke tanah yang sunyi, ke kerja yang sepi pujian.Ketika Rania dan suaminya, Ilham, memilih berkebun, rumah orang tuanya tidak gaduh. Yang...

Yang Paling Berisik di Barisan Depan

Yang Paling Berisik di Barisan Depan Cerpen: oleh Ismilianto Tambut Sudar bertanya bukan dengan emosi, tapi dengan luka. “Kenapa sekarang orang lebih takut pada celana orang lain daripada takut pada hatinya sendiri?” Pertanyaan itu meledak di kepalaku ketika suatu malam masjid kami hampir...

Retak di Balik Kesembuhan

Retak di Balik Kesembuhan Cerpen: oleh IsmiliantoRina dan Arif tidak pernah berniat mencari jalan pintas. Mereka hanya ingin orang tua mereka kembali sehat. Namun keputusasaan sering membuat manusia berani melangkah ke tempat yang seharusnya tidak dimasuki. Rumah itu sunyi. Aroma asing mengambang di udara. Setelah...

Surat Untuk Emak

Surat Untuk Emak Cerpen: oleh IsmiliantoKereta itu berhenti dengan jeritan besi yang panjang. Aku berdiri kaku di peron, menggenggam tas usang. Di saku bajuku, ada surat yang belum pernah kukirim: “Emak, anakmu rindu…” Di kota ini, aku hanya seorang buruh. Siang mengangkat...

Iman Naik, Akhlak Membumi

Iman Naik, Akhlak Membumi Cerpen: oleh IsmiliantoMalam itu, hujan turun perlahan di serambi masjid tua. Lampu temaram memantulkan bayang seorang lelaki paruh baya bernama Salman. Ia dikenal rajin beribadah. Saf terdepan hampir selalu miliknya. Dzikirnya panjang, doanya fasih. Banyak orang mengira,...

Saat Mulut Tak Lagi Bisa Berdalih

Saat Mulut Tak Lagi Bisa Berdalih Cerpen: oleh Ismilianto Tanah itu menutup perlahan. Suara langkah manusia menjauh. Sunyi… yang tak pernah kutahu bentuknya.Aku, Fauzan. Di dunia, aku dikenal sebagai orang sibuk. Rajin ke masjid jika sempat. Sedekah jika ada lebih. Salat...

Latest News

Sigit Wardana Bawa Hiruk Pikuk Jakarta ke Video Lirik “Bis Kota”

JAKARTA — Sigit Wardana kembali menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari lewat video lirik single “Bis Kota”. Mengambil...