Imannya Sebesar Biji Sawi

 Cerpen “Imannya Sebesar Biji Sawi” karya Ismilianto adalah kisah reflektif tentang keadilan dan rahmat Allah yang berjalan beriringan. Cerita ini membawa pembaca pada suasana hari pembalasan—saat tidak ada lagi yang tersembunyi, ketika amal menjadi saksi, dan penyesalan tak lagi...

Aku Tidak Kau Buka Lagi

Cerpen “Aku Tidak Kau Buka Lagi” karya Ismilianto mengajak kita merenungi hubungan yang sering kali tanpa sadar kita renggangkan: hubungan dengan Al-Qur’an. Di tengah derasnya kesibukan, ambisi, dan gemerlap dunia, manusia kerap merasa masih memiliki banyak waktu—hingga akhirnya waktu...

Haus Tak Bisa Berbuka

Cerpen Haus Tak Bisa Berbuka karya Ismilianto menggambarkan kedahsyatan Padang Mahsyar dengan bahasa yang tajam dan mengguncang nurani. Melalui sosok yang diliputi haus tak terperi, pembaca diajak menyaksikan bagaimana keputusan yang tampak sepele di dunia berubah menjadi penyesalan yang tak...

Kubur Yang Bertanya

Cerpen Kubur yang Bertanya karya Ismilianto menghadirkan renungan mendalam tentang kematian, penyesalan, dan kesempatan yang sering diabaikan semasa hidup. Melalui simbol kubur yang “bertanya”, cerita ini mengingatkan bahwa ibadah bukanlah beban yang bisa ditunda, melainkan perisai yang melindungi hingga setelah...

Amal Yang Beterbangan

Cerpen ini hadir sebagai cermin, mengingatkan bahwa amal yang tampak besar bisa kehilangan makna bila pondasi utamanya ditinggalkan. Melalui kisah di Padang Mahsyar, penulis menggambarkan betapa rapuhnya amal tanpa shalat.Puasa yang dijaga dengan bangga ternyata beterbangan seperti debu, tidak mampu...

Timbangan Yang Tak Pernah Diberikan

Timbangan Yang Tak Pernah Diberikan Cerpen: oleh IsmiliantoNamanya sering disebut orang sebagai orang baik.Dermawan, kata mereka.Suka membantu kalau ada acara. Tak pelit— asal tidak diminta rutin. Setiap tahun, ia berhitung cermat. Bukan tentang untung rugi dagang, tapi tentang bagaimana zakat tidak...

Sajadah Yang Tak Pernah Mengenalnya

Sajadah Yang Tak Pernah Mengenalnya Cerpen: oleh Ismilianto Ia tak pernah meninggalkan salat. Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya—lengkap.Di masjid. Di rumah. Di perjalanan. Semua tahu, ia “orang salat”. Namun tak ada yang tahu, bahwa sajadah di sudut kamarnya tak pernah mengenalnya. Setiap takbir,...

Kalimat Terakhir

Kalimat Terakhir Cerpen: oleh IsmiliantoTak ada yang istimewa dari lelaki itu. Namanya tak pernah masuk berita. Ia bukan tokoh. Bukan ustaz. Bukan pula orang jahat yang dibicarakan orang. Ia hanya lelaki biasa— rajin bekerja, jarang ribut, dan dikenal “tidak macam-macam”. Suatu malam, di ruang...

Pemerintah Baru Seumur Jagung, Aroma Kampanye Sudah Tercium

Redaksisatu.id - Kirab budaya yang baru saja digelar oleh Partai Solidaritas Indonesia di Kota Tegal pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, sekilas tampak seperti kegiatan kebudayaan biasa. Ada arak-arakan, nuansa kearifan lokal, dan pembagian bantuan kepada masyarakat itu bukan hal...

Suara Dari Balai Desa

Suara Dari Balai Desa Cerpen: oleh Ismilianto Malam itu balai desa tidak biasanya penuh. Lampu neon menggantung pucat, kursi-kursi plastik berderet tak beraturan. Petani, guru, pemuda, ibu-ibu PKK, semua duduk menunggu seseorang yang ingin berbicara. Namanya Rahman. Bukan pejabat. Bukan anggota dewan. Hanya...

Latest News

Sigit Wardana Bawa Hiruk Pikuk Jakarta ke Video Lirik “Bis Kota”

JAKARTA — Sigit Wardana kembali menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari lewat video lirik single “Bis Kota”. Mengambil...