Iklan
BerandaNASIONALAliansi Mahasiswa Tantang Kapolda, Tangkap Cukong PETI di Kalbar

Aliansi Mahasiswa Tantang Kapolda, Tangkap Cukong PETI di Kalbar

REDAKSI SATU – Aliansi Mahasiswa menantang Kapolda Irjen Pol Pipit Rismanto dan jajarannya menangkap para Cukong Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merupakan aktor intelektual dalam aktifitas PETI di beberapa daerah wilayah Kalimantan Barat. 

Aliansi Mahasiswa yang menantang Kapolda Kalimantan Barat itu diantaranya, Ketua BEM IBEI Lola Gayu, Ketua BEM IKIP PGRI Dwi Wahyudi, Ketua BEM Hukum UMP Aditiya Prasetyo, Ketua BEM Untan Radlilal Anwar, Ketua BEM Poltekkes Rifan Ardiwa, Menpolhukam BEM UMP Sher Khan, Korwil BEM SI Kalbar Agim Naztiar, Kordum Sosial Hukum BEM PTMA-I M. Rizal Amrullah, Korpus FKBK Raihan Yudha.

Pada saat Aksi Mimbar Bebas di Bundaran Untan Taman Digulis Pontianak, Korwil BEM SI Kalbar Agim Naztiar menyampaikan bahwa dalam salah satu pilar keadilan di Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan aparat penegak hukum yang menjamin rasa aman dan keadilan untuk masyarakat Indonesia, alih-alih menjadi menjamin rasa keamanan dan keadilan instansi ini lebih menampilkan wajah busuk serta tindakan persekusinya yang sudah tak terhitung akumulasi tindakan bengis yang dilakukan.

BACA JUGA  Rugikan Negara Rp10 Miliar, Polda Kalbar Tetapkan 24 Tersangka Penyelewengan Minyak Subsidi
Mahasiswa
Personel Kepolisian Polresta Pontianak, Polda Kalimantan Barat saat mengamankan Aksi Mimbar Bebas Alias Mahasiswa Kalimantan Barat di Bundaran Digulis Pontianak, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Jumat 5 Juli 2024.

“Dari banyaknya rentetan isu yang menyelimuti tubuh lembaga ini dimulai dari, RUU Polri, Tindakan Represifitas, Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menjadikan Instansi ini menjelma menjadi serigala berbulu domba,” tandas Agim Naztiar saat membacakan Press Release Aliansi Mahasiswa itu, Jumat 5 Juli 2024.

Lanjut Korwil BEM SI Kalbar menyampaikan, pada momen yang berharga ini, kami mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia atas dedikasi dan pengabdiannya.

“Semoga institusi Polri semakin baik lagi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga Polri terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keadilan di negeri ini. Selamat Hari Bhayangkara!,” ujar Mahasiswa.

BACA JUGA  Operasi Zebra Kapuas 2022, Kapolres Bengkayang Edukasi Pelajar SMA 2
Mahasiswa
Detik-detik Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat saat melakukan Aksi Mimbar Bebas di Bundaran Digulis Pontianak, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Jumat 5 Juli 2024.

Aliansi Mahasiswa itu juga berharap Kapolda Kalimantan Barat dapat terus menunjukkan keberanian dalam menindak tegas segala bentuk kejahatan dan tindak pidana.

“Harapan kami, keadilan tidak hanya tajam ke bawah, namun juga ke atas. Salah satunya Selain menunjukkan keberanian dalam menantang para pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI), kami menantang Kapolda Kalimantan Barat untuk berani menghadapi para cukong yang berada di balik aktivitas PETI tersebut,” tegas Mahasiswa.

Ikram yang juga tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dalam Aksi Mimbar Bebas itu menekankan, aparat juga jangan hanya beraninya persekusi masyarakat pekerja PETI, tetapi juga harus berani menangkap dan memproses hukum secara tegas terhadap para Cukong atau Pemodal PETI yang merupakan aktor intelektual.

BACA JUGA  HUT Bhayangkara Ke-76, Polres Kapuas Hulu Laksanakan Donor Darah
Mahasiswa
Aliansi Mahasiswa saat Aksi Mimbar Bebas di Bundaran Digulis Pontianak, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Jumat 5 Juli 2024.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BEM SI Kalbar sekaligus Kordum Sosial Hukum BEM PTMA-I, M. Rizal Amrullah juga menantang Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan Jajarannya agar menangkap para Cukong atau Pemodal PETI yang merupakan aktor intelektual aktifitas PETI di Kalimantan Barat.

Menurut Ketua BEM SI Kalbar itu, bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan Aksi Unjuk Rasa besar-besaran untuk mendorong dan mendesak Kapolda Kalimantan Barat dan Jajarannya agar menegakkan hukum secara tegas terhadap para Cukong atau Pemodal yang selama ini terkesan dilindungi.

Sedangkan Ketua BEM Hukum UMP, Aditiya Prasetyo menilai, selama ini pihak Pemerintah baik itu pihak Kepolisian Bupati Gubernur dan instansi terkait lainnya seperti tidak serius dalam menangani penegakan hukum terkait kejahatan Pertambangan Emas Tanpa Izin.

BACA JUGA  PKLWN Terima BLT Rp300 Ribu dari Polres Kubu Raya, Terima Kasih Presiden

Padahal menurut Ketua BEM IBEI Lola Gayu, dampak dari aktifitas PETI sangatlah buruk dan bahkan mengancam keselamatan masyarakat itu sendiri. Namun di lain sisi, bagi sekelompok warga masyarakat yang melakukan aktifitas PETI, bahwa aktifitas PETI dapat membantu Perekonomian.

“Saya dari Kabupaten Sintang, Kecamatan Ketungau. Saya juga mengalami dampak banjir akibat aktifitas PETI. Tetapi bagi orang tuanya yang menjadi mata pencahariannya PETI, ayo kita bersama-sama mencari solusi apabila PETI ditutup. Saya sendiri sangat senang sekali atas diangkatnya isu-isu masalah PETI di Kalimantan Barat. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa merangkul dan mengayomi masyarakat,” tuturnya.

Menpolhukam BEM UMP sekaligus salah satu Korlap Aksi Mimbar Bebas, Sher Khan menyebut aktifitas PETI yang paling marak dan menjamur di wilayah Kalimantan Barat diantaranya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang dan beberapa Kabupaten lainnya yang ada di Kalimantan Barat.

Editor: Adrianus Susanto318

BACA JUGA  Insan Pers Taliabu Resmi Polisikan Oknum Ketua DPRD Taliabu

Trending

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.