Sleman, Redaksi Satu | Gejolak dikalangan RT/RW di desa/kalurahan Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman diwarnai dengan aksi protes belakangan ini.
Namun aksi tersebut berlangsung sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang meminta pemerintah kalurahan, memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para RT dan RW setempat.
Dalam aksi itu, para peserta menyampaikan tuntutan agar honor atau upah bagi RT dan RW dapat dinaikkan sesuai beban tugas di lingkungan masyarakat.
Selain persoalan honor, massa aksi juga meminta pemerintah kalurahan membuka penggunaan anggaran secara transparan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, tuntutan juga menyinggung mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) bagi RT dan RW yang hingga kini belum diterima.
Menanggapi aksi tersebut, Lurah Bangunkerto, Anas Makruf memberikan penjelasan kepada awak media melalui sambungan WhatsApp pada Senin, (25/05/2026).
Anas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para RT/RW atas keterlambatan pencairan honor maupun THR yang belum dibagikan.
“Kami mohon maaf atas keterlambatannya, insyaallah rencana di bulan depan akan dibagikan,” ungkap Anas Mahruf kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa honor maupun THR yang diberikan kepada RT dan RW bersumber dari dana insentif yang telah dianggarkan pemerintah.
Menurutnya, keterlambatan tersebut bukan disengaja, melainkan karena proses pencairan dana di tahun 2026 masih belum selesai dilakukan. “Upah maupun THR itu berasal dari insentif.
Jadi sekali lagi, kami atas nama pemerintahan mohon maaf atas keterlambatannya, yang belum dibagikan sebelumnya,” ujar Anas.
Anas juga menambahkan bahwa dana yang diperuntukkan bagi RT dan RW, di tahun 2026 hingga saat ini memang belum cair.
Pihak pemerintah kalurahan, kata dia, terus berupaya agar seluruh proses administrasi dan pencairan dana dapat segera terselesaikan.
Ia berharap para RT dan RW di wilayah Bangunkerto dapat memahami kondisi yang sedang terjadi, dan tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah setempat.
“Mudah-mudahan para RT/RW setempat bisa memahaminya. Kami atas nama pemerintah akan terus berupaya agar proses semuanya, bisa terselesaikan dan terealisasi demi bersama,” pungkasnya. (M. Fazar Sutiono).



