spot_img

Yang Paling Berisik di Barisan Depan

Yang Paling Berisik di Barisan Depan

Cerpen: oleh Ismilianto

Tambut Sudar bertanya bukan dengan emosi, tapi dengan luka.

“Kenapa sekarang orang lebih takut pada celana orang lain daripada takut pada hatinya sendiri?”

Pertanyaan itu meledak di kepalaku ketika suatu malam masjid kami hampir pecah.

Seorang lelaki berdiri di barisan depan. Janggutnya tebal, celananya tinggi, dahinya hitam legam.

Suaranya keras, seolah Allah ada di pihak volumenya.

“Ini semua bid’ah! Kalian rusak agama!” Tangannya menunjuk. Matanya menelanjangi iman orang lain.

Seorang jamaah tua bangkit. Sarungnya menjuntai, pecinya kusam. Ia tak pandai bicara. Tangannya gemetar menahan malu.

“Saya cuma ikut tahlil karena ayah saya meninggal…” Belum selesai kalimat itu, potongan dalil dilempar seperti batu.

Masjid yang seharusnya tempat sujud berubah jadi ruang sidang.

Hakimnya manusia. Tuhannya ego. Tak ada yang membela si tua.

Tak ada yang ingat bahwa Rasulullah tidak pernah memaki orang yang salah, apalagi yang sedang berduka.

Malam itu, shalat berjalan. Saf rapat. Bacaan panjang. Tapi ada hati yang patah dan tak ikut rukuk.

Beberapa hari kemudian, lelaki tua itu wafat. Sepi. Tak ada tahlil. Tak ada doa bersama. Hanya segelintir orang mengantar jenazah.

Yang paling lantang dulu, tidak tampak. Katanya sedang kajian.

Aku berdiri di tepi kubur dan baru paham:

Ada orang rajin sujud, tapi tak pernah tunduk. Ada orang hafal dalil, tapi lupa adab.

Ada orang sibuk menegakkan sunnah, tapi merobohkan hati sesama.

Maka ketika orang bertanya tentang janggut, cingkrang, dan dahi hitam, aku tidak lagi bingung.

Karena yang membuat agama dibenci bukan sunnah, melainkan kesombongan yang menyamar sebagai kebenaran.

BACA JUGA  JANGAN ULANGI KESALAHANKU

Dan iman… tak pernah butuh teriak.Ia cukup hidup dalam akhlak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img