spot_img

Jaringan Akses Internet Kini Meluas ke Pelosok Jawa Timur

Jatim, redaksisatu.id – Di era jaman digitalisasi ini, masyarakat membutuhkan jaringan dan memperluas akses internet.

Di setiap pelosok wilayah kini kian bertambah, jaringan akses internet dapat dengan mudah.

Masyarakat telah menikmati akses internet, untuk mempermudah produktivitas ekonomi mereka.

BACA JUGA  Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Kalbar Hadiri HUT Ke-67 Pemprov

Melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menegaskan komitmennya. mengatasi ketimpangan akses digital di Jawa Timur.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi “Peningkatan Coverage dan Kapasitas Internet di, Malang, Jawa Timur, pada Kamis (19/6/2025).

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kemenko Polhukam, Marsda TNI Eko Dono Indarto, menyatakan.

BACA JUGA  Heboh!! Hotel Mewah di Jakarta Ajang Pesta Sex Sesama Jenis

Ketimpangan digital di Jatim masih terjadi, di wilayah pesisir selatan, perbatasan, dan desa terpencil.

“Namun realitanya, seperti di Jawa Timur ini, masih terdapat ketimpangan signifikan.

Dalam akses dan kualitas internet, seperti di daerah pesisir selatan, kawasan perbatasan.

BACA JUGA  Memang Pahit Berurusan ke Kantah Kabupaten Pasaman Barat

Serta desa-desa terpencil masih mengalami keterisolasian digital,”ungkapnya.

“Ketimpangan digital bukan hanya soal akses internet. Ini adalah ketimpangan hak warga negara.

Dalam mengakses layanan publik, pendidikan, dan ekonomi digital. Maka ini adalah persoalan strategis nasional,”tambahnya.

BACA JUGA  Jelang Pergantian Tahun Lapas Apel Siaga Sambut Tahun 2022

Menurut Eko, Menko Polhukam menginstruksikan, percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Seperti BTS, fiber optik, dan Pusat Data Nasional secara terintegrasi. “Sesuai dengan arahan Bapak Menko Polkam.

Kita perlu memastikan seluruh program pembangunan digital dan, regulasi tetap selaras dan sinergi antar instansi,” ujarnya.

BACA JUGA  Pesan Pj. Bupati Bogor: Perumda Tirta Kahuripan Bermanfaat Untuk Masyarakat

“Di era digital, keterisolasian bukan lagi soal teknologi, tapi soal keadilan.

Tugas kita adalah memastikan tidak ada satu pun warga Indonesia yang tertinggal, ”bebernya.

Data Dinas Kominfo Jatim menunjukkan 43 dusun di wilayah pegunungan masih termasuk blank spot.

BACA JUGA  Anna Mariam Sampaikan Pendidikan Pancasila Kepada Siswa SMPN 12 Bogor

Kepala Dinas Sherlita Ratna Dewi Agustin menjelaskan, pihaknya akan verifikasi data bersama pemangku kepentingan.

 “Di Provinsi Jawa Timur ini masih ada sekitar 43 dusun yang terindikasi “blank spot” dan banyak terletak di daerah pegunungan,” jelasnya.

Namun demikian, Sherlita mengungkapkan bahwa Diskominfo Jawa Timur akan tetap menguji 43 dusun tersebut.

BACA JUGA  Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira, Danlantamal XII : Pahami Tugas dan Tanggung Jawab

“Kami akan bertemu dengan perwakilan kabupaten kota terkait, karena kadang juga beda provider akan beda kekuatan sinyal juga,” tambahnya.

Sherlita pun mengapresiasi kedatangan Kemenko Polkam ke Provinsi Jawa Timur, karena telah mengumpulkan berbagai asosiasi terkait dan pemerintah.

“Rakor ini dihadiri dari perwakilan berbagai daerah di Jatim, sehingga dari pusat bisa mendengar sendiri.

BACA JUGA  Asmawa Pj Bupati Bogor, Berjanji Atasi Infrastruktur Parung Panjang

Bagaimana keadaan di berbagai kabupaten kota di Jatim, jadi bisa dipetakan dan dapat segera ditindaklanjuti bersama,” pungkasnya.

Rakor dihadiri perwakilan Kemenkominfo, Kemendagri, KemenESDM, serta asosiasi telekomunikasi seperti ATSI dan APJII.

Deputi Kominfo Kemenko Polhukam (tengah) memimpin rakor, percepatan pemerataan internet di Jatim, Kamis (19/6).

BACA JUGA  Deputi Bidang Kominfo Kemenko Polkam Beberkan Ini!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img