Bahan Bakar Bensin AS Alami Kelemahan Pada Kendaraan

Redaksi Satu – Pangsa pasar AS bahan bakar bensin, mengalami kelemahan pada musim panas akibat iklim global, (1/6/2024).

Bahan bakar jenis bensin di AS, disinyalir akan mengalami tanda-tanda, pelemahan pada awal musim bagi para pengemudi kendaraan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Umumnya pada saat meningkatnya daya pasar pada kendaraan, sehingga, para analis mengatakan hal ini dengan hasil penelitian dari mereka.

BACA JUGA  Hasil Jajak Pendapat di Inggris Layanan Kesehatan Dibatalkan Pada Dekade Mendatang

Mereka menyampaikan, beranjaknya gambaran permintaan minyak’, menjelang kebijakan kelompok OPEC+ saat pertemuan yang dimulai akhir pekan ini.

Permintaan bahan bakar bensin AS alami kemerosotan diperkirakan 2% dari minggu ke minggu menjadi 9,15 juta barel per hari.

Bahkan ketika pabrik penyulingan mencapai tingkat produksi tertinggi dalam sembilan bulan, data pemerintah untuk pekan yang menunjukkan berakhirnya pada tanggal 24 Mei.

BACA JUGA  Dua Jet Tempur AS Berbenturan di Udara Saat Atraksi

Lalu ini menyebabkan lonjakan sangat mengejutkan dalam persediaan bensin, yang mendorong harga bahan bakar berjangka ke level terendah dalam tiga bulan pada hari Kamis.

Perbedaan antara bahan bakar bensin berjangka dan minyak berjangka AS, yang mengukur margin penyulingan bensin.

Ini juga mengalami kemerosotan pada level terendah, dalam tiga bulan pada hari Kamis. Margin penyulingan yang lebih lemah dapat menyebabkan, pengurangan produksi di kilang-kilang, tulis analis Citi pada hari Jumat.

BACA JUGA  Kesehatan Mantan PM Thailand Menurun dan Memprihatinkan

“Pasar produk olahan yang lemah dapat mendorong harga, di seluruh kompleks hingga menjadi lebih rendah, termasuk minyak mentah,” tulis mereka.

Konsumsi bensin AS mewakili sekitar 10% dari, permintaan minyak global. Meningkatnya stok minyak selama beberapa bulan terakhir.

arena berkurangnya permintaan bahan bakar telah memperkuat alasan bagi OPEC+ untuk memperpanjang pengurangan pasokan pada pertemuan tersebut, kata para delegasi dan analis.

BACA JUGA  Sang Juara Dunia, Veddriq Leonardo dan Benard Disambut Antusiasme Masyarakat Kalbar

OPEC+ sedang mencermati semua data yang masuk, sehingga mereka akan mencatat perkembangan terkini,” kata analis UBS Giovanni Staunovo pada hari Jumat.

Lemahnya permintaan bahan bakar bensin di AS, kemungkinan besar disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk banyaknya wisatawan yang memilih terbang selama liburan akhir pekan.

Dibandingkan berkendara jarak jauh, kata Staunovo. Mobil yang lebih hemat bahan bakar dan kendaraan listrik juga mengurangi penggunaan bensin, tambahnya.

BACA JUGA  Kampus Sharif Teheran Menjadi Sasaran Serangan AS dan Israel

Ada hampir 3 juta orang di bandara pada hari Sabtu lalu, sebuah rekor tertinggi baru. Jadi” meskipun banyak orang yang bepergian, jarak tempuh yang ditempuh mungkin lebih rendah.

Dibandingkan tahun lalu dan pada akhirnya mobil, yang lebih efisien membebani permintaan,” kata Staunovo.

Struktur pasar untuk bensin berjangka AS sempat berubah, menjadi ‘contango’ pada hari Jumat.

BACA JUGA  Mark Fullbrook Di Tunjuk Sebagai Kepala Staf Liz Truss

Sebuah struktur di mana bensin yang tersedia segera, diberi harga lebih rendah dibandingkan dengan pengiriman di kemudian hari.

Contango untuk bensin AS pada bulan Mei jarang terjadi, terakhir tercatat pada tahun 2021.

Ini merupakan tanda betapa lemahnya pasar dan seorang pedagang bensin menyebutnya sebagai sinyal untuk “simpan sekarang, jual nanti. Dikutip dari Reuters -Saidi Redpel.

BACA JUGA  Prancis Berangkatkan Penumpang Pesawat Asal India, Setelah Lakukan Penyelidikan
spot_img