spot_img

Sumber Kubangan SPPG Bekasi, Timbulkan Aroma Bau Warga Protes

Bekasi, Redaksi Satu – Kubangan yang berada di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, akan segera ditutup.

Kubangan itu diduga menjadi sumber bau yang kerap tercium hingga, mencemarkan air sumur warga sekitar.

Ketua RW setempat, Hasan Kanung menyampaikan, pihaknya telah berkomunikasi dengan perwakilan SPPG. Hasilnya, kubangan yang diduga menjadi sumber bau akan segera ditutup.

“Warga kan meminta kolam (kubangan) harus ditutup, memang juga dari SPPG pun sudah siap akan menutup kubangan itu atau kolam agar tidak lagi bau, ditutup dengan diuruk,” katanya, dikutip Minggu (2/11/2025).

Belum diketahui kapan kubangan ditutup

Meski begitu, dirinya belum mengetahui kapan pihak SPPG akan menutup kubangan tersebut. Namun, dia berharap, penutupan segera dilakukan.

BACA JUGA  Warga Pagar Dewa Keluhkan Layanan PLN

“Saya sih pengen secepatnya ditutup, kalau belum ada tindakan ya pasti kami akan lakukan teguran, “jelasnya.

Hasan juga menambahkan, dirinya masih menunggu hasil uji lab limbah cair sisa olahan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mencemari air sumur milik warga.

“Beberapa dinas terkait sebelumnya sudah terjun langsung untuk mengecek air yang mengalir itu diduga pencemaran hingga air hitam dan gatal gatal, sudah diambil samplenya cuma belum tahu hasilnya bagaimana,”katanya.

Warga mencium aroma tidak sedap hingga alami gatal-gatal

Sebelumnya, Warga RT 5, RW 04, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mengeluhkan aroma tak sedap karena limbah dapur Makan Bergizi Gratis di lingkungannya.

Salah satu warga, Subur (35), mengaku mencium aroma tak sedap sejak September 2025.

BACA JUGA  Dugaan Penambangan Ilegal di Klapanunggal Siapa Aktor di Belakang Mereka

“Dilansir keterangannya, mengatakan Baunya kayak comberan, kayak bau-bau kentut gitulah. Pokoknya gak enak di tenggorokan, gak enak di hidung, agak-agak perih kalau dihirup gitu, “ungkapnya kepada Wartawan redaksisatu.id pada Jumat (31/10/2025).

Selain tercium aroma yang tidak sedap, lanjut Subur, terdapat dua warga yang mengalami gatal-gatal akibat menggunakan air sumur. Kejadian ini dialami warga setelah SPPG tersebut beroperasi.

Dia menduga, air sumur milik warga telah tercemar limbah dapur MBG yang jaraknya hanya beberapa meter. Hal tersebut sempat disampaikan tetangganya.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Melakukan Pengecekan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih menyampaikan, pihaknya telah mengambil sampel dari saluran pembuangan air limbah dapur MBG dan air sumur milik warga.

“Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sumber pencemaran dan menilai tingkat kualitas air, guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut,” kata dia,

BACA JUGA  Pj Bupati Bogor Serukan Kenyamanan Para Pedagang di Puncak

Kiswatiningsih menduga, pencemaran udara hingga air diakibatkan karena pembuangan limbah di kubangan tersebut sebelum adanya biotank.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu hasil uji lab dari sampel air di kubangan, air di biotank, dan air bahan baku dari dapur MBG.

“Mungkin indikasinya adalah berawal dari situ, tapi tetap kami masih menunggu hasil evaluasi dari lab lingkungan di LH (Dinas Lingkungan Hidup) yang kemungkinan keluar seminggu lagi, “tandasnya. (Windi Mayuda).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img