Beranda BANTEN Musrenbang Kelurahan Pondok Jaya Prioritaskan 15 Unit Bedah Rumah

Musrenbang Kelurahan Pondok Jaya Prioritaskan 15 Unit Bedah Rumah

Musrenbang
REDAKSI SATU.ID|KOTA TANGSEL-Musrenbang merupakan kegiatan rutin tahunan yang saat ini dilaksanakan di tingkat Kelurahan Pondok Jaya. Saluran aspirasi masyarakat tingkat Rukun Tetangga untuk program pembangunan sebagai kebutuhan masyarakat, Aula Kelurahan Pondok Jaya, Rabu (16/02) pagi. 
Kegiatan Musrenbang tingkat Kelurahan ini dihadiri Kepala Kelurahan Pondok Jaya Khairudin, S.E., Emanuelle Ridayati, S.Pd., selaku DPRD Tangsel Fraksi PSI Komisi III, Mustofa, S.Sos., selaku Wakil Ketua DPRD, Drs. H. Dadang Raharja, M.Si., selaku Staf ahli Pemerintahan, Politik dan Hukum dan para Ketua Rukun Warga Rukun Tetangga serta masyarakat secara sistem hybrid karena berhubung PPKM Level 3.

Musrenbang Tahun ini, Lurah Khairudin menjelaskan, “Anggaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan pada tahun 2022 lebih menitik beratkan pada bedah rumah sebanyak 15 unit, lalu kedua infrastruktur dan ketiga pemberdayaan masyarakat,”ucapnya kepada Redaksi Satu.id, Rabu (16/02) siang.

BACA JUGA  RKPD Bengkulu Selatan 2023 Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Daerah

Musrenbang

Dari Anggaran tersebut,Khairudin menyampaikan, “Kelurahan Pondok Jaya terdiri dari 7 Rukun Warga dan 30 Rukun Tetangga memiliki anggaran yang dikeluarkan Pemkot Tangsel untuk Kelurahan Pondok Jaya sebesar 2,213 milyar dimana kedepannya akan dikelola oleh Dinas-dinas terkait.”

“Harapan saya, Anggaran tahun ini semoga terealisasi semua sesuai usulan kegiatan-kegiatan RT/ RW dan mudah-mudahan tertampung semua di anggaran saat ini,” pinta Khairudin.

Skala prioritas penggunaan dana Musyawarah Perencanaan Pembangunan pun disampaikan oleh Drs. H. Dadang Raharja, M.Si,”Masukan atau usulan-usulan mana yang menjadi lebih penting sampai mendesak dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,”ucapnya kepada Redaksi Satu.id, Rabu (16/02).

“Yang jelas biasanya usulan-usulan untuk anggaran tingkat Kelurahan dalam bentuk fisik namun pembangunan non fisik seperti pemberdayaan masyarakat jarang terjadi tetapi apapun usulan yang disampaikan masyarakat Pondok Jaya pasti akan ditampung oleh tim dalam hal ini leading sector-nya ada di Bapeda,”jelas Dadang.

Pada kehadiran Sis Rida sapaan akrab Emanuelle Ridayati menyampaikan Masyarakat dapat dilibatkan di tingkat Rukun Tetangga kemudian tingkat RW lalu berakhir di Musrenbang Kelurahan.

Namun saat ditanya Musrenbang untuk pembangunan infrastruktur, Sis Rida menjawab,” Kalau untuk pembangunan (infrastruktur-red) persentasenya tinggal sedikit ya, malah pembenahan pembangunan yang besar.

Sis Rida pun menghimbau dalam musrenbang tadi, “Saya menghimbau bahwa Musrenbang lebih menyentuh segmentasi kebutuhan masyarakat luas, misalnya pemberdayaan yang dapat dinikmati seperti kreatifitas ibu-ibu, para pengusaha atau pun UMKM dengan pelatihan-pelatihan Tetapi benar-benar dikelola secara maksimal dan terlihat hasilnya sehingga bermanfaat bagi masyarakat.”

(Ardhi)

Artikel sebelumyaPemkab Bengkulu Selatan Ngantor di Desa
Artikel berikutnyaDorce Gamalama Meninggal Dunia Karena Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.