Warga Kesulitan Air Bersih, Pemdes Semambang Makmur Berharap Pamsimas Kembali 2027

redaksisatu — Kesulitan mendapatkan air bersih masih menjadi persoalan bagi warga Desa Semambang Makmur, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Kondisi itu membuat Pemerintah Desa Semambang Makmur berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kembali membangun sarana air bersih pada 2027.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Harapan tersebut muncul karena pembangunan sumur bor Pamsimas yang sedang berlangsung saat ini baru mampu melayani 65 kepala keluarga (KK).

Padahal, jumlah keluarga di Desa Semambang Makmur mencapai sekitar 140 KK. Artinya, masih ada sekitar 75 KK yang belum mendapatkan manfaat dari sumur bor tersebut.

Sekretaris Desa Semambang Makmur, Eko Prayitno, mengatakan pembangunan sumur bor Pamsimas sangat membantu warga yang mendapatkan sambungan air bersih.

“Alhamdulillah dengan adanya sumur bor dari Pamsimas, 65 KK akan terpenuhi kebutuhan air bersih,” kata Eko Prayitno, mewakili Kepala Desa Lamto, saat ditemui di kantor desa, Kamis (8/10/2026).

warga

Namun, menurut Eko, persoalan air bersih di desanya belum sepenuhnya teratasi. Masih banyak warga yang belum memperoleh sambungan dari fasilitas yang sedang dibangun tersebut.

“Sumur yang dibangun sekarang untuk sambungan ke 65 rumah atau KK. Masih banyak KK yang belum dapat manfaat dari sumur bor tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, Pemerintah Desa Semambang Makmur berharap Pamsimas kembali mengalokasikan pembangunan sarana air bersih untuk desanya pada 2027.

“Kami berharap Pamsimas tahun depan kembali bangun sumur bor di desa kami,” ujar Eko.

Harapan tersebut dinilai penting karena kebutuhan air bersih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Dengan jumlah warga yang belum terlayani masih cukup banyak, tambahan fasilitas air bersih dibutuhkan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BACA JUGA  Dana Inpres dan DAU 2024 Kab. Mukomuko Diprioritaskan Untuk Kecamatan Air Rami

Pendamping Pamsimas Desa Semambang Makmur, Agus Syaifullah, mengatakan pembangunan sumur bor tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp552.876.000.

warga

Dana tersebut terdiri atas Rp500juta yang bersumber dari APBN serta kontribusi masyarakat sebesar Rp52.876.000. Kontribusi masyarakat diberikan dalam bentuk uang tunai (incash) dan tenaga kerja melalui hari orang kerja (HOK) atau inkind.

Agus menjelaskan, sumur bor tersebut ditargetkan melayani 65 sambungan rumah (SR) untuk 65 KK.

Dengan demikian, pembangunan yang sedang berjalan menjadi langkah awal untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Semambang Makmur.

Namun, kebutuhan belum berhenti pada 65 sambungan. Dari sekitar 140 KK yang ada, masih terdapat warga yang belum menikmati layanan tersebut.

Pemerintah Desa Semambang Makmur pun berharap pembangunan sarana air bersih dapat kembali dilaksanakan pada 2027. Tujuannya jelas, agar warga yang masih kesulitan mendapatkan air bersih juga dapat memperoleh akses terhadap fasilitas air bersih.

Bagi masyarakat desa, keberadaan sumur bor bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari.

spot_img