Umat Buddha Rayakan di Candi Borobudur, AKP Glenter Siap Siaga

Magelang, Redaksi Satu | Ribuan masyarakat umat Buddha, memadati wilayah Kota Magelang, Jawa Tengah.

Menjelang puncak perayaan Hari Raya Waisak 2026. Suasana religius, dan penuh khidmat terlihat sejak pagi hari.

Para peserta mengenakan pakaian serba putih sembari mengikuti, rangkaian kegiatan keagamaan yang telah dipersiapkan panitia.

Kawasan Candi Borobudur kembali menjadi pusat perhatian dunia karena menjadi lokasi utama, pelaksanaan perayaan Waisak yang dihadiri umat Buddha dari berbagai negara.

Tidak hanya dari Indonesia, sejumlah peserta tercatat datang dari negara-negara Asia seperti Tiongkok dan Thailand, serta beberapa negara di kawasan Eropa yang turut mengikuti prosesi keagamaan tersebut.

Kedatangan para peserta, memberikan warna tersendiri dalam perayaan Waisak tahun ini.

Mereka berkumpul untuk mengikuti ritual, doa bersama, dan kegiatan spiritual yang menjadi bagian penting dari peringatan Tri Suci Waisak.

BACA JUGA  Pengelolaan Candi Borobudur: Antara Dominasi PT TWC dan Peran Simbolik Pemkab Magelang

Tokoh masyarakat sekaligus budayawan, Jack, mengatakan bahwa Waisak merupakan momentum penting yang tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarbangsa.

Menurutnya, setiap tahun kawasan Borobudur menjadi titik temu umat Buddha dari berbagai penjuru dunia yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan secara bersama-sama.

“Waisak adalah perayaan besar bagi umat Buddha. Setiap tahun ada kirab dan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan peserta dari berbagai negara yang berkumpul di Magelang,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan para peserta internasional menunjukkan bahwa Borobudur memiliki posisi strategis sebagai pusat perayaan Waisak dunia.

Selain bernilai spiritual, perayaan Waisak juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.

Hotel, penginapan, pelaku usaha mikro, hingga pedagang kecil turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama berlangsungnya rangkaian perayaan.

Sementara itu, aparat keamanan melakukan berbagai langkah pengamanan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar.

BACA JUGA  Gubernur Akmil Menyambut Audensi Kepala Daerah Magelang

Dari unsur kepolisian, personel diterjunkan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur pergerakan peserta kirab dan pengunjung.

AKP Pol Glenter Partoyo menjelaskan bahwa pengamanan, dilakukan secara menyeluruh mulai dari kawasan Candi Mendut hingga Candi Borobudur.

“Kami melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari titik keberangkatan kirab di Candi Mendut hingga peserta tiba di kawasan Candi Borobudur,” katanya.

Menurutnya, pengamanan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir.

Petugas juga melakukan penyisiran serta pengaturan arus lalu lintas, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang meningkat selama perayaan berlangsung.

Kerja sama antara panitia, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Waisak.

Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Borobudur terpantau aman, tertib, dan kondusif dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

BACA JUGA  Demak: Walisongo Penyebar Islam Nusantara Jadi Panutan

Perayaan Waisak 2026 di Borobudur kembali menegaskan, posisi Magelang sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan, dan budaya berskala internasional.

“Yang mampu menarik perhatian dunia sekaligus memperkuat nilai, toleransi dan persaudaraan antarumat manusia. (M. Fazar).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img