Kremlin, Redaksi Satu | Ketegangan dunia kian memanas, Presiden Rusia Vladimir Putin menyoroti kawasan di Timur Tengah.
Menurutnya, perkembangan global saat ini memunculkan tantangan keamanan baru yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.
Dalam pesan sambutannya, pada pertemuan ke-58 Dewan Kepala Badan Keamanan dan Dinas Khusus negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), Dilaporkan oleh Sputnik (26/5/2026).
Putin menyatakan bahwa sejumlah krisis internasional terus berkembang, termasuk ketegangan serius yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Ia juga menekankan munculnya sejumlah titik ketidakstabilan baru, termasuk wilayah yang berada di sekitar perbatasan negara-negara anggota CIS.
Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Putin meminta lembaga keamanan dan dinas khusus untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.
Mulai dari aspek analisis, sumber daya manusia, operasi lapangan hingga teknologi, guna memperkuat perlindungan terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar wilayah.
Selain itu, ia mendorong peningkatan kerja sama antarnegara melalui pertukaran informasi secara berkala serta penyusunan langkah bersama dalam menghadapi tantangan keamanan yang berkembang.
Presiden Rusia tersebut juga menilai perlunya, pembahasan yang lebih mendalam mengenai berbagai isu strategis, termasuk upaya meningkatkan efektivitas penanganan terorisme, ekstremisme, kejahatan terorganisir lintas negara, serangan siber, serta berbagai ancaman keamanan modern lainnya.
Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan menghadapi dinamika keamanan global yang terus berubah.



