Tani Merdeka Siap Jadi Garda Terdepan Perjuangkan Nasib Petani di Karesidenan Semarang

Salatiga, Redaksisatu.id– Koordinator Wilayah (Korwil) Karesidenan Semarang, Beni Subagio, menegaskan komitmen organisasi Tani Merdeka untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib petani, peternak, dan nelayan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi pengurus DPC Tani Merdeka yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 09.00 WIB, di kediaman Ibu Among, Jalan Nangkulo Sadewo No. 6, RT 005/RW 003, Kembangarum, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Dalam pertemuan tersebut, Beni Subagio menyampaikan bahwa Tani Merdeka hadir bukan sekadar sebagai organisasi, melainkan sebagai wadah perjuangan yang nyata dalam membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi pelaku sektor pertanian.

BACA JUGA  Puncak Gebyar Tani Merdeka 2025 di Semarang: Petani Jawa Tengah Deklarasikan Penguatan Kedaulatan Pangan

“Tani Merdeka bertekad membantu petani, peternak, dan nelayan dalam memperjuangkan kebutuhan pertanian serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut telah dituangkan secara resmi dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan perjuangan organisasi ke depan.

Tani merdeka

Soroti Kelangkaan Pupuk dan Harga di Atas HET

Dalam kesempatan itu, Beni juga menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih membelit petani, yakni kelangkaan pupuk serta harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan petani karena biaya produksi tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

“Masalah pupuk ini harus menjadi perhatian serius. Jika benar terjadi kelangkaan dan harga tidak sesuai HET, tentu sangat merugikan petani,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh anggota dan pengurus Tani Merdeka untuk segera melaporkan jika menemukan praktik kelangkaan pupuk atau harga yang tidak wajar.

“Silakan sampaikan kepada kami. Akan kita tindak lanjuti, bahkan jika perlu kios yang melanggar bisa ditutup,” tambahnya.

BACA JUGA  Beri Aku Guru, Niscaya Aku Bangun Negeri!

Dorong Kebijakan Berpihak dan Harga Hasil Panen yang Layak

Selain persoalan pupuk, Tani Merdeka juga mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada petani, khususnya dalam penentuan harga hasil pertanian.

Beni menegaskan bahwa harga hasil panen harus disesuaikan dengan biaya sarana produksi (saprotan) agar petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.

“Petani tidak boleh terus merugi. Harga hasil pertanian harus sebanding dengan biaya produksi,”

Hama Tikus dan Irigasi Jadi Keluhan Utama

Dalam dialog bersama petani, sejumlah persoalan di lapangan turut mencuat, terutama terkait produktivitas padi.

Petani mengeluhkan serangan hama tikus yang semakin sulit dikendalikan dan kerap menyebabkan kerugian besar, bahkan gagal panen.

BACA JUGA  Hari Ke 2 Pelatihan Sadar Wisata di Nagari Koto Baru

Selain itu, kondisi infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, juga menjadi perhatian karena banyak yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan segera.

“Kami menerima banyak keluhan terkait hama tikus dan irigasi yang rusak. Ini harus segera ditangani agar produktivitas meningkat,” ungkap Beni.

Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka akan menjembatani aspirasi petani kepada pemerintah agar persoalan tersebut dapat ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Menuju Ormas Modern dan Kuat

Ke depan, Beni Subagio berharap Tani Merdeka dapat berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) yang modern, profesional, dan memiliki kekuatan besar dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Menurutnya, Tani Merdeka harus selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani.

“Tani Merdeka harus menjadi ormas besar yang selalu bersama rakyat, khususnya petani,” pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, Tani Merdeka diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan yang kuat dan konsisten dalam meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan, sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian di Indonesia.[Sumber: Petrix Suryanto|Tani Merdeka, Kabupaten Semarang]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img