Penasihat Kemenhan Pakistan: Iran Punya Keunggulan Jika Perang Melawan AS-Israel

Redaksi Satu | Penasihat Kementerian Pertahanan Pakistan, Maria Sultan, menyatakan bahwa Iran memiliki sejumlah keunggulan strategis.

“Jika terjadi perang terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, ungkap Penasihat Kemenhan Pakistan Maria Sultan dalam wawancara dengan jurnalis Sputnik Rusia, pada Jumat, (6/3/2026)..

Pernyataan tersebut disampaikan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menyusul berbagai eskalasi militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Maria Sultan, kekuatan Iran tidak hanya terletak pada kemampuan militernya, tetapi juga pada faktor geografis serta strategi perang yang telah lama dipersiapkan.

Penasihat Kemenhan Pakistan menambahkan, bahwa wilayah Iran yang luas, memberikan kedalaman pertahanan yang signifikan.

Sehingga tidak mudah dilumpuhkan melalui, serangan militer dalam waktu singkat.

BACA JUGA  Momen Jabat Tangan dan Pujian Presiden Trump kepada Presiden Prabowo

Selain itu, Iran juga dikenal memiliki salah satu arsenal rudal balistik terbesar di kawasan Timur Tengah.

“Yang mampu menjangkau berbagai target strategis, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan dan wilayah Israel.

Maria Sultan juga menyoroti keberadaan jaringan sekutu regional Iran, yang sering disebut sebagai “Axis of Resistance”, yang mencakup sejumlah kelompok dan milisi di beberapa negara Timur Tengah.

Menurutnya, jaringan tersebut berpotensi membuka berbagai front konflik sekaligus jika perang besar benar-benar terjadi.

“Iran memiliki pengalaman panjang dalam strategi perang asimetris, termasuk penggunaan drone, rudal, dan dukungan milisi regional,” ujar Maria Sultan.

Ia menegaskan, bahwa konflik langsung melawan Iran tidak akan menjadi operasi militer yang mudah bagi Amerika Serikat maupun Israel.

Pernyataan tersebut menambah daftar pandangan, dari sejumlah pengamat militer internasional.

BACA JUGA  Trending: Penangkapan Donald Trump

Yang menilai bahwa konflik terbuka di kawasan Timur Tengah berpotensi, memicu dampak luas terhadap stabilitas global.

Hingga saat ini, berbagai pihak masih menyerukan upaya diplomasi dan de-eskalasi guna mencegah konflik yang lebih besar di kawasan tersebut.

(**Dilansir dari Sputnik Rusia**).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img