Tel Aviv, Redaksi Satu | Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, sejumlah warga di Tel Aviv menyuarakan harapan agar pertikaian segera dihentikan.
Sirene peringatan serangan udara yang kerap terdengar, memaksa warga berulang kali berlindung ke bunker dan ruang perlindungan, dilansir media Internasional Senin, (2/3/2026).
Kondisi ini menimbulkan tekanan psikologis, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang harus hidup dalam ketidakpastian.
“Kami lelah. Ini bukan kehidupan normal,” ujar seorang warga dalam wawancara dengan media lokal.
Ungkapan lain yang viral di media sosial berbunyi, “Iran, please stop. We lose, you win.”
Kalimat tersebut dinilai mencerminkan keputusasaan warga sipil, yang merasa terjebak dalam konflik berkepanjangan.
Sebagian masyarakat tetap mendukung langkah pemerintah, demi alasan keamanan nasional.
Namun, tidak sedikit pula yang menyerukan de-eskalasi dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Seruan perdamaian juga datang dari komunitas internasional. United Nations melalui Sekretaris Jenderal António Guterres.
Sebelumnya menekankan pentingnya menahan diri dan menghindari, korban sipil lebih lanjut.
Di tengah situasi yang terus berkembang, warga Tel Aviv berharap stabilitas dan rasa aman dapat segera kembali.
Sehingga kehidupan sehari-hari bisa berjalan, tanpa bayang-bayang ancaman.



