spot_img

Dari Gerakan ke Partai: Gerakan Rakyat Usung Harapan Baru Demokrasi dan Penegakan Hukum

Jakarta | Redaksisatu.id Ketegangan bercampur harap menyelimuti Ballroom Hotel Arya Duta Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026. Sejak pagi, ribuan pengurus Gerakan Rakyat dari seluruh penjuru Indonesia memadati lokasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026. Wajah-wajah serius, bisik-bisik penuh spekulasi, hingga tatapan penuh ekspektasi menggambarkan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi.

Ketegangan itu mencapai puncaknya ketika satu per satu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai provinsi menyuarakan tuntutan yang sama: Gerakan Rakyat harus melangkah lebih jauh—bertransformasi dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik. Suara-suara itu menggema dari barisan peserta, menandai dorongan kuat akar rumput yang ingin terlibat langsung dalam arena demokrasi elektoral.

Detik-detik penentuan pun tiba. Saat Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan    menyampaikan pernyataan resmi bahwa Gerakan Rakyat dinyatakan sebagai partai politik, suasana ruangan seketika meledak. Pekik histeris menggema, menembus dinding ballroom. Tangis haru, teriakan kegembiraan, pelukan erat, hingga saling berjabat tangan terjadi hampir serempak. Emosi yang meledak-ledak itu seolah menjadi katarsis dari perjalanan panjang perjuangan organisasi yang kini memasuki babak baru.

Grakan
Foto Pelantikan Pengurus DPP- Gerakan Rakyat periode 2026- 2031

Rakernas perdana ini mengusung tema “Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia.” Tema tersebut bukan sekadar jargon. Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumatera Barat, Rita Widyawati, SH, menegaskan bahwa isu keadilan ekologis memiliki relevansi mendalam dengan realitas yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang berulang kali dilanda bencana ekologis.

“Ini bukan slogan kosong. Ini refleksi dari kenyataan hidup masyarakat Indonesia yang sangat bergantung pada kelestarian alam. Ketika hutan rusak, hukum absen, dan demokrasi tumpul, rakyatlah yang pertama kali menanggung akibatnya,” ujar Rita di sela-sela Rakernas.

BACA JUGA  TAJUK RENCANA: Etika Profesional: Fondasi yang Mulai Tergerus di Tengah Dinamika Dunia Kerja
Gerakan
Rita Wadyawati, SH, Ketua DPW- Partai Gerakan Rakyat Prov. Sumatera Barat, didampingi Sekretaris Wilayah, Nof Erika, S.Hi, C.Med

Secara visual, suasana ruang rapat kian mempertegas momentum politik yang tengah lahir. Di dinding bagian atas ruangan terpampang poster besar bergambar Anies Rasyid Baswedan, Tom Lembong, serta sosok Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid – menjadi latar simbolik arah dan harapan baru organisasi. Namun antusiasme peserta ternyata melampaui kapasitas ruangan. Ballroom Hotel Arya Duta tak mampu menampung seluruh pengurus yang hadir, memaksa panitia menyiapkan area tambahan di lobi hotel lengkap dengan kursi dan layar monitor untuk mengikuti jalannya Rakernas secara langsung.

Rakernas ini tak hanya menjadi forum konsolidasi struktural, tetapi juga ruang kolektif untuk menanamkan harapan. Bagi banyak peserta, kehadiran mereka di Jakarta bukan semata-mata memenuhi undangan organisasi, melainkan membawa mandat moral dari daerah—harapan akan perbaikan sistem demokrasi, penegakan hukum yang berkeadilan, serta keberpihakan negara pada rakyat dan lingkungan.

Salah seorang peserta dari DPW Gerakan Rakyat Sumatera Barat, Hamidun Majid, SH, MH, menyampaikan kesannya bahwa inilah partai yang benar-benar tumbuh dari akar rumput rakyat Indonesia. Majid mengaku, sebelumnya ia kurang tertarik terjun ke dunia politik praktis melalui partai. Namun kali ini, pengacara muda berusia 30 tahun itu menaruh harapan besar kepada Partai Gerakan Rakyat sebagai instrumen perbaikan sistem dan praktik demokrasi, hukum, serta ekonomi nasional.

Gerakan
Hamidun Majid, SH, MH bersama Ketua Umum DPP Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, SH, MH

Ketertarikan tersebut, menurut Majid, juga muncul karena ia melihat partai ini memberi ruang yang luas bagi generasi muda. Hal itu tercermin dari komposisi pengurus DPP yang banyak diisi figur-figur muda dengan latar belakang aktivisme, profesional, dan gerakan sosial.

Usai acara, para peserta Rakernas tampak meninggalkan Hotel Arya Duta dengan wajah-wajah cerah dan langkah yang ringan. Optimisme terpancar jelas. Dari Jakarta, mereka kembali ke daerah masing-masing dengan satu keyakinan baru: bahwa Gerakan Rakyat telah memasuki fase perjuangan yang lebih menentukan, dan bahwa perubahan sistem demokrasi dan hukum di tanah air bukan lagi sekadar wacana, melainkan cita-cita yang siap diperjuangkan secara nyata di panggung politik nasional.

BACA JUGA  Data Jumlah Desa dan Penduduk Dapat Sorotan Ketua DPD RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img