spot_img

Viral!! Beredar Video di Medsos Karyawan PT. Antam Terjebak “Hoaks”

Bogor, redaksisatu.id – Beredarnya video karyawan PT Antam Tbk UBPE Pongkor terjebak kepulan asap, merupakan berita bohong (hoaks) yang menimbulkan pertanyaan publik telah terjawab.

Managemen PT. Aneka Tambang ( PT. Antam Tbk ) UBPE Pongkor angkat bicara dan menegaskan, informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang.

Serta klaim ratusan orang terjebak, di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks).

Hal tersebut diungkapkan oleh, Corporate Secretary PT Antam Andi Wisnu Danandi pada Selasa (13/1/2026).

Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis, di area tambang bawah tanah yang telah di antisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.

Termasuk juga pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja. Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali.

“Antam memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan yang terjebak di dalam area tambang,” ungkap Andi Wisnu Danandi.

BACA JUGA  Sekda Ajat Rochmat Sambut Kunjungan Tim Mel Brac Global

Ia mengatakan, Perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice.

Serta, berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait, untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Antam mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan, informasi yang belum terverifikasi.

”Dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang,” pungkasnya.

Disisi lain, Bupati Bogor, Rudy Susmanto juga mengatakan, mendengar akan hal adanya berita tersebut, ia langsung datang ke lokasi.

“Kami cari tahu harus jelas dengan valid. Pihak Antam pun juga sudah menjelaskan, pada 00.30 dini hari bahwa dipastikan di jam tersebut tidak ada operasional tambang yang berjalan dari Antam,” jelas Rudy Susmanto.

“Mungkin terdengar dan tersampaikan bahwa, diatas itu ada level 400, level 500, level 600 dan level 700.

BACA JUGA  Enam Keuntungan Membeli Produk Elektronik Samsung, Simak Penjelasannya!

Terkadang apa yang kita dengar lalu tersampaikan ke pihak-pihak ada korban terjebak 700 orang. Kita pastikan itu tidak betul,” tegasnya.

Rudy Susmanto menjelaskan, ia mendatangkan PT. Antam yang berada di Kecamatan Nanggung, yaitu berada di level 700, bukan korban 700.

“Pihak Antam juga sudah mengungkapkan bahwa tidak ada kegiatan saat munculnya asap.

Tapi alhamdulillah kami datang ke lokasi tidak terjadi apa-apa, dan berita yang beredar adalah tidak benar,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img