JAKARTA — Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham atau Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan memperlihatkan beragam bentuk pengabdian. Mengangkat tema “Sinergi untuk Keadilan, Indonesia Bermartabat”, kegiatan tahun ini menyatukan kreativitas generasi muda, edukasi hukum, kepedulian sosial, dan penguatan kelembagaan.
Partisipasi publik terlihat melalui Lomba Karya Literasi bertema “Dua Tahun Kemenko Kumham Imipas, Menuju Kepercayaan Publik” yang diikuti 490 peserta. Mellia Silvy Irdiyanty, dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, terpilih sebagai juara pertama melalui artikel “Dari Viral ke Vital: Mengubah Suara Publik Menjadi Sistem Peringatan Dini Kepercayaan Publik Kemenko Kumham Imipas”.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kreativitas pelajar juga mendapat ruang melalui Lomba Desain Logo Hari Bakti ke-2. Logo resmi bertajuk “Dwi Samanvaya” merupakan karya Raihana Marsha Wibisono, siswi SMA Budhi Warman 1 Jakarta. Nama tersebut berasal dari bahasa Sanskerta dan menggambarkan keterpaduan, keselarasan, serta hubungan yang harmonis.

Pengabdian diwujudkan pula melalui kegiatan sosial. Donor darah bersama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo pada 7 Oktober 2026 menghimpun 111 kantong darah. Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan gratis pada 14–15 Oktober diselenggarakan bersama Puskesmas Kebayoran Baru bagi unsur di lingkungan kementerian, termasuk ASN dan tenaga pendukung.
Di bidang pendidikan, penyuluhan hukum “Kenali Hukumnya, Jaga Dirimu” dilaksanakan di lima SMA di Jakarta pada 7–14 Oktober. Para siswa mendapat pemahaman mengenai hak dan kewajiban, pembaruan hukum pidana, penggunaan media sosial secara bijak, serta berbagai risiko seperti perundungan siber dan judi daring.
Kemenko Kumham Imipas juga menggelar forum lintas sektor tentang kesiapan implementasi KUHP dan KUHAP baru di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tangerang, pada 20 Oktober. Wakil Menteri Koordinator Otto Hasibuan menekankan perlunya peningkatan kompetensi dan koordinasi agar pembaruan hukum dapat diterapkan secara efektif.

Logo resmi “Dwi Samanvaya” yang diluncurkan pada pembukaan rangkaian memiliki makna keterpaduan dan keselarasan. Karya Raihana Marsha Wibisono, siswi SMA Budhi Warman 1 Jakarta, itu lahir dari kompetisi yang membuka ruang bagi pelajar untuk menerjemahkan nilai kebersamaan, sinergi, keadilan, dan pengabdian ke dalam identitas visual.
Dalam lomba literasi, peserta diminta menyampaikan esai dan gagasan strategis bertema “Dua Tahun Kemenko Kumham Imipas, Menuju Kepercayaan Publik”. Antusiasme terlihat dari 490 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Tulisan yang terpilih sebagai juara pertama membahas bagaimana suara publik dapat dikembangkan menjadi sistem peringatan dini bagi kepercayaan publik.
Pada layanan kesehatan gratis, peserta memperoleh kesempatan memeriksa kondisi tubuh dan berkonsultasi dengan dokter. Layanan meliputi pengukuran indeks massa tubuh, pemeriksaan gigi, mata, telinga, tekanan darah, serta layanan IVA, Pap smear, dan SADANIS bagi perempuan. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga pendukung yang berperan dalam keseharian organisasi.

Di sisi lain, forum pembaruan hukum mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, serta jajaran keimigrasian dan pemasyarakatan. Diskusi tersebut mengingatkan bahwa perubahan peraturan perlu disertai kesiapan aparatur dan kelembagaan. Kolaborasi menjadi penting agar tujuan pembaruan hukum dapat diterjemahkan dalam praktik yang konsisten.
Logo “Dwi Samanvaya” yang diluncurkan pada pembukaan rangkaian menggambarkan keterpaduan dan keselarasan. Logo tersebut merupakan karya Raihana Marsha Wibisono, siswi SMA Budhi Warman 1 Jakarta, dari kompetisi yang mengajak pelajar menuangkan gagasan tentang sinergi, keadilan, dan pengabdian.
Lomba karya literasi menjadi ruang lain bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Dengan tema “Dua Tahun Kemenko Kumham Imipas, Menuju Kepercayaan Publik”, kompetisi tersebut diikuti 490 peserta. Juara pertama diraih Mellia Silvy Irdiyanty, dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, lewat artikel yang membahas pengembangan suara publik menjadi sistem peringatan dini kepercayaan publik.

Pemeriksaan kesehatan gratis melibatkan bukan hanya ASN, tetapi juga peserta magang, pegawai pemerintah nonpegawai negeri, petugas kebersihan, pengemudi, dan petugas keamanan. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan dasar, konsultasi dokter, dan pemeriksaan khusus perempuan. Pelibatan berbagai unsur itu menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan orang-orang yang mendukung pelaksanaan tugas kementerian.
Dalam puncak peringatan, penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian pegawai serta dukungan mitra. Pegawai yang memasuki masa purnabakti juga mendapat penghormatan, sementara bantuan sosial diserahkan kepada perwakilan pegawai dan tenaga pendukung. Agenda tersebut memperkuat pesan bahwa organisasi dibangun melalui kontribusi banyak pihak.
Pada puncak peringatan 21 Oktober, Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra mengingatkan bahwa capaian kementerian merupakan hasil kerja seluruh unsur. Rangkaian kegiatan turut diisi penghargaan kepada pegawai dan mitra, bantuan sosial, serta peluncuran Mars Kemenko Kumham Imipas. Keseluruhan agenda menegaskan bahwa sinergi perlu diwujudkan secara konsisten, melampaui seremoni peringatan.





