spot_img

Pemalsuan Susu dengan Urea: Ancaman Serius bagi Kesehatan Publik

Redaksisatu.id – Susu merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi yang dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

Karena nilai gizinya yang tinggi dan tingkat konsumsinya yang luas, susu menjadi komoditas yang rentan terhadap praktik pemalsuan pangan (food adulteration).

Salah satu bentuk pemalsuan yang paling berbahaya adalah penambahan urea, suatu senyawa kimia yang lazim digunakan sebagai pupuk.

BACA JUGA  Siapkan Bhabinkamtibmas Sebagai Reporter Polda Lampung Laksanakan UKP

Praktik ini bukan hanya menipu konsumen, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat dan melanggar hukum pangan.

Apa Itu Urea dan Mengapa Disalahgunakan?

Urea adalah senyawa yang kaya akan nitrogen yang secara alami tidak boleh diperuntukkan sebagai bahan pangan manusia.

Dalam konteks pemalsuan susu, urea dikategorikan sebagai Non-Protein Nitrogen (NPN), yaitu zat yang mengandung nitrogen tetapi bukan protein sejati beberapa metode pengujian kualitas, khususnya metode lama, mengukur kadar protein berdasarkan total nitrogen.

Celah inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku pemalsuan, karena peningkatan nitrogen dari urea dapat disalahartikan sebagai peningkatan kadar protein susu.

Tujuan Pemalsuan Susu dengan Urea

Pemalsuan susu dengan urea dilakukan semata-mata untuk keuntungan ekonomi, dengan tujuan utama sebagai berikut:
1. Memanipulasi Nilai Gizi Secara Semu
Dengan menambahkan zat kaya nitrogen, susu yang sebenarnya berkualitas rendah atau telah diencerkan dapat terlihat seolah-olah memiliki kadar protein tinggi.

2. Menipu Pengujian Kualitas Sederhana
Pada sistem pengawasan yang lemah, pengujian yang tidak membedakan antara protein sejati dan nitrogen non-protein dapat memberikan hasil yang menyesatkan.

BACA JUGA  6 Manfaat Kunyit Asam yang Dahsyat

3. Menekan Biaya Produksi
Urea jauh lebih murah dibandingkan protein susu alami. Hal ini mendorong produsen nakal untuk mengurangi bahan baku asli demi margin keuntungan yang lebih besar.

Dampak Kesehatan bagi Konsumen

Penambahan urea ke dalam susu sangat berbahaya, terutama bila dikonsumsi secara berulang atau oleh kelompok rentan.

Dampak kesehatan yang dapat timbul meliputi:
Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare
Kerusakan ginjal akibat kelebihan nitrogen
Gangguan fungsi hati
Ketidakseimbangan metabolisme tubuh
Risiko serius bagi bayi, anak-anak, lansia, dan penderita penyakit ginjal
Dalam kasus tertentu, paparan urea dalam kadar tinggi dapat berakibat fatal.

Aspek Hukum dan Etika

Pemalsuan  dengan urea merupakan tindak pidana pangan. Praktik ini melanggar:
Undang-Undang Pangan
Standar keamanan pangan nasional (BPOM)
Codex Alimentarius sebagai standar internasional

Pelaku dapat dikenai sanksi berupa denda besar, pidana penjara, hingga pencabutan izin usaha. Secara etika, praktik ini merupakan pengkhianatan terhadap hak konsumen atas pangan yang aman dan bergizi.

Pemalsuan susu dengan urea adalah bentuk kejahatan pangan yang tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan publik.

Praktik ini mencerminkan lemahnya integritas pelaku usaha dan pentingnya pengawasan pangan yang ketat serta edukasi masyarakat.

Perlindungan terhadap konsumen hanya dapat terwujud melalui penegakan hukum yang tegas, sistem pengujian yang akurat, dan kesadaran publik bahwa keamanan pangan adalah hak dasar setiap warga negara.

Disclaimer:
Artikel ini disusun sebagai materi edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pemalsuan pangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img