Demo di Kalbar Kembali Ricuh, Mahasiswa Minta Gubernur Transparan Dana Karhutla Rp60 Miliar dan Tindak Preman Pelaku Penganiayaan

REDAKSI SATU – Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dari sejumlah Kampus di Kantor Gubernur Kalimantan Barat kembali ricuh antara Mahasiswa dan Aparat Kepolisian di Bundaran Bambu Runcing Taman Digulis Untan, Kota Pontianak, pada Rabu 21 Oktober 2026. Situasi kembali terkendali setelah Kapolda Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar tiba di lokasi.

Pantauan di lapangan saat aksi Demo, Mahasiswa bergerak dari titik kumpul Fakultas Pertanian Untan menuju Bundaran Bambu Runcing Taman Digulis Untan dan selanjutnya menuju ke Kantor Gubernur Kalbar.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tiba di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Mahasiswa menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mengklarifikasi terkait penggunaan anggaran bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

BACA JUGA  Naik Dango Ke-1 DAD Kota Pontianak, Begini Penyampaian para Tokoh Dayak
Demo
Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar tiba di Bundaran Bumbu Runcing, Taman Digulis, Kota Pontianak, Rabu 21 Oktober 2026, sekitar pukul 19.08 WIB.

Mahasiswa juga meminta kepada Aparat Kepolisian menjelaskan keberadaan oknum Ormas pada aksi demo sebelumnya dan oknum Ormas melakukan pemukulan kepada Mahasiswa hingga terjadi luka-luka di Bundaran Bumbu Runcing Taman Digulis, Kota Pontianak, pada Selasa 20 Oktober 2026, sore.

Setelah menggelar aksi sekitar satu jam, Gubernur Kalbar, Ria Norsan tak kunjung menemui pengunjuk rasa, lantas pengunjuk rasa membubarkan diri dan memblokade Bundaran Tugu Digulis lantaran kesal tak ditemui oleh Gubernur Ria Norsan.

Aksi demonstrasi pecah, bermula aparat Kepolisian memukul mundur mahasiswa dengan tembakan air menggunakan Mobil Water Cannon dan dibalas oleh mahasiwa dengan petasan dan lemparan batu.

BACA JUGA  KPK Benar-benar Geledah Kantor BPK dan Inspektorat
Demo
Mobil Water Cannon saat membubarkan Massa Aksi secara paksa di Bundaran Bumbu Runcing, Taman Digulis, Kota Pontianak, Rabu 21 Oktober 2026. (Foto: Redaksi Satu).

Selanjutnya, sejumlah Wartawan yang melaksanakan tugas liputan di intervensi dan di intimidasi oleh oknum anggota Resmob, Id Card di Foto dan ada juga yang di dorong-dorong dengan cara-cara arogan bergaya preman hingga sentuhan fisik yang dilakukan oleh oknum inisial Tr

Sebelum kericuhan terjadi, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menghimbau kepada Mahaiswa agar membubarkan diri lantaran ijin aksi unjuk rasa sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

‘’Saya menghimbau kepada adik-adik mahasiswa agar kembali ke rumah masing-masing dan segera membubarkan diri,’’ kata Endang Tri Purwanto.

BACA JUGA  Kapolri Minta Forkopimda Kawal Proses Distribusi Minyak Goreng Curah

Sementara itu, DEMA IAIN Pontianak, Fiki mengatakan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh mahasiswa tersebut meminta agar Pemprov Kalbar transparansi dalam penggunaan anggaran Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebesar Rp60 Milyar, isu korupsi, dan pendidikan.

‘’Kami minta Pemprov Kalbar mengklarifikasi penggunaan anggaran penanganan bencana Karhutla,’’ujarnya.

Lebih lanjut, Fiki mengatakan, pada aksi demonstrasi sebelumnya ada sejumlah mahasiswa yang mengalami luka akibat diduga dipukul oleh oknum Ormas. Dan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Kalbar.

‘’Saya minta kasus dugaan pemukulan oleh oknum Ormas ini diusut hingga tuntas dan para pelaku segera ditangkap. Dan kami akan kawal hingga ke Pengadilan,’’ pungkasnya.

BACA JUGA  Berikut Pesan Kapolri Peringati Hari Pers di saat Pandemi
BACA JUGA  Diduga Ada Pembacking, Forkopimda Mempawah Cek Lokasi PETI Hampir 100 Hektare
BACA JUGA  538 Personel Naik Pangkat, Kapolda Kalbar Tekankan Dedikasi dan Loyalitas
spot_img