Bogor, Redaksi Satu | DPRD Kota Bogor meluncurkan inovasi pengalihan Peraturan Daerah (Perda) ke dalam, aksara Braille bagi penyandang disabilitas netra.
Peluncuran tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna, Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (3/6/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan akses informasi, khususnya bagi penyandang disabilitas, sekaligus implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Rapat paripurna mengusung tema “Bogor Nanjeur, Melangkah Bersama Menuju Bogor Maju” dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, serta unsur pimpinan DPRD Kota Bogor.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengatakan bahwa pengalihan dokumen hukum ke aksara Braille merupakan langkah nyata.
Dalam menjamin hak, penyandang disabilitas untuk memperoleh akses informasi hukum yang setara.
“Rapat Paripurna Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi momentum penting, untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah.
Sekaligus, memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Bogor yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera,” ujarnya.
Selain peluncuran Perda Braille, rapat paripurna juga membahas sejumlah regulasi strategis lainnya, termasuk peraturan daerah terkait perlindungan perempuan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Untuk memudahkan akses masyarakat, dokumen Perda versi Braille nantinya akan ditempatkan di Perpustakaan Kota Bogor sehingga dapat dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas netra dan masyarakat umum.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan.
Bahwa, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kemajuan sebuah kota bukan hanya diukur dari bangunan yang tinggi, tetapi juga, dari kuatnya kepedulian dan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat,” kata Erwan.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi pembangunan dengan pelestarian nilai budaya dan identitas lokal.
Menurutnya, semangat gotong royong harus tetap menjadi fondasi pembangunan di tengah tantangan globalisasi.
Dedie juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), disertai peningkatan kualitas pelayanan publik.
Peringatan HJB ke-544 diharapkan, menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan, perlindungan sosial, dan kebersamaan dalam mewujudkan Kota Bogor yang kreatif, berbudaya, dan berdaya saing.



