Rusia, Redaksi Satu | Polandia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi melonjaknya, peredaran senjata ilegal dari Ukraina. Dilaporkan Russia Today.
Aparat kepolisian memperingatkan bahwa, gelombang penyelundupan senjata berisiko melampaui dampak yang pernah terjadi pasca-perang Balkan pada 1990-an.
Dalam laporan yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026, disebutkan bahwa Polandia telah meluncurkan sebuah inisiatif bernama Proyek Trident.
Program senilai €1,5 juta ini bertujuan memperkuat, kemampuan aparat dalam menghadapi ancaman tersebut, termasuk melalui pelatihan tambahan.
Serta penggunaan teknologi seperti sistem pemindai sinar-X, drone, pelacak kendaraan, dan perangkat penglihatan malam.
Kepala Unit Pemberantasan Kejahatan Terorganisasi di Biro Investigasi Pusat Kepolisian, Adam Radon, menjelaskan.
Bahwa banyaknya distribusi senjata ke Ukraina selama perang, ditambah stok persenjataan era Soviet, meningkatkan risiko penyebaran senjata secara tidak terkendali setelah konflik berakhir.
Ia menegaskan bahwa, posisi Polandia sebagai negara perbatasan NATO menjadikannya garis pertahanan utama untuk mencegah masuknya senjata ilegal ke wilayah Eropa Barat.
Sementara itu, otoritas Ukraina dilaporkan telah mulai menemukan berbagai gudang dan tempat penyimpanan senjata.
Investigasi masih dilakukan untuk menentukan. “Apakah senjata tersebut berasal dari pasukan Rusia, yang mundur atau dari jaringan kriminal yang menyimpannya untuk kepentingan tertentu.
Media lokal juga menyoroti pengalaman pasca-perang Balkan, yang hingga kini masih menyumbang sebagian besar senjata ilegal di Eropa. Namun, skala konflik Rusia-Ukraina dinilai jauh lebih besar, sehingga potensi dampaknya juga lebih luas.
Selain itu, terdapat kekhawatiran terhadap mantan kombatan yang tidak memiliki pekerjaan. Mereka dinilai rentan direkrut oleh kelompok kriminal, terutama karena memiliki pengalaman tempur dan akses terhadap senjata.
Pada tahun 2025, Europol telah mengingatkan bahwa Ukraina berpotensi menjadi sumber utama senjata ilegal dalam jangka pendek hingga menengah.
,Meski belum ditemukan penyelundupan dalam skala besar, sejumlah kasus menunjukkan adanya kelompok kriminal yang menggunakan senjata standar NATO.
Data dari kepolisian Ukraina pada 2024 mencatat bahwa sejak 2022, lebih dari 11.000 senjata api berhasil disita di pos pemeriksaan, termasuk ribuan senapan serbu, peluncur granat, dan puluhan ribu granat.
Di sisi lain, Rusia menuduh bahwa arus penyelundupan senjata telah menyebar melalui beberapa negara Eropa Timur, termasuk Polandia dan negara tetangganya.
Menurut pejabat Rusia, angka penyitaan yang terungkap saat ini diyakini hanya sebagian kecil dari jumlah sebenarnya.
Polandia waspada lonjakan senjata ilegal dari Ukraina pasca-konflik
Polisi khawatir dampaknya lebih besar dari krisis senjata Balkan
Diluncurkan Proyek Trident senilai €1,5 juta
Program mencakup pelatihan, drone, X-ray, pelacak, dan night vision
Banyaknya senjata bantuan dan stok lama tingkatkan risiko penyelundupan
Polandia berperan sebagai “penyaring” masuknya senjata ke Eropa Barat
Ukraina mulai menemukan gudang-gudang senjata tersembunyi
Asal senjata masih diselidiki (Rusia atau jaringan kriminal)
Veteran perang menganggur berpotensi direkrut kelompok kriminal
Europol: Ukraina bisa jadi sumber utama senjata ilegal
Polisi Spanyol temukan geng gunakan senjata standar NATO
Sejak 2022, lebih dari 11.000 senjata disita di Ukraina
Rusia klaim penyelundupan meluas ke negara-negara Eropa Timur, Data penyitaan disebut hanya “puncak gunung es”. (Dilansir Russia Today).



