redaksisatu.id – KDMP Pulai Payung di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, diproyeksikan menjadi motor baru penggerak ekonomi desa.
Kepala Desa Pulai Payung, Mustarrudin, SE, menyatakan keyakinannya bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan tumbuh pesat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Optimisme tersebut dibangun di atas target usaha yang jelas. Sesuai dengan Inpres No 17 Tahun 2025, 20 persen keuntungan koperasi dialokasikan untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) guna memperkuat kemandirian fiskal desa.
“Berdasrkan Inpres tersebut kami sudah menetapkan target, Dua puluh persen laba koperasi masuk ke PAD desa,” ujar Mustarrudin saat ditemui di Kantor Desa Pulai Payung, Kamis (5/2/2026).
Mustarrudin menegaskan keberhasilan KDMP Pulai Payung sangat bergantung pada pola pikir pengurus. Menurutnya, koperasi harus dikelola dengan pendekatan bisnis, bukan sekadar sebagai tempat bekerja.
Ia menjelaskan koperasi merupakan badan usaha berbadan hukum. Tanpa mental wirausaha dan orientasi keuntungan, koperasi akan sulit berkembang dan bersaing.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah menjadikan KDMP sebagai saluran utama pemenuhan kebutuhan program MBG.
Komoditas seperti telur, minyak goreng, gula, dan sayuran akan disalurkan melalui koperasi.
Skema ini menjadikan koperasi sebagai pusat distribusi resmi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.
KDMP juga diarahkan menjadi pusat belanja masyarakat. Warga yang menggelar hajatan didorong membeli kebutuhan melalui koperasi agar perputaran uang tetap berada di desa.
Selain itu, masyarakat didorong menanam sayuran organik. Hasil panen akan ditampung dan dipasarkan oleh koperasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dalam pengembangannya, KDMP Pulai Payung disiapkan sebagai pusat layanan keuangan desa. Koperasi akan mengintegrasikan layanan agen bank Himbara, serta Pos Indonesia.
Ke depan, pembayaran gaji perangkat desa direncanakan dilakukan melalui rekening koperasi, bukan lagi secara tunai.
KDMP Pulai Payung akan mengembangkan sejumlah unit usaha, mulai dari apotek yang terhubung dengan klinik, usaha pupuk untuk wilayah Kecamatan Ipuh, gerai sembako dan simpan pinjam, pangkalan LPG, hingga penyaluran produk BUMDes.
Seluruh unit usaha dirancang saling terintegrasi agar koperasi tetap efisien dan memiliki daya saing jangka panjang.
Untuk melindungi pedagang pasar dan pelaku UMKM, koperasi berperan sebagai pembeli utama hasil pertanian warga.
Sayuran akan dibersihkan, dikemas, disimpan di ruang pendingin, lalu dipasarkan kembali oleh koperasi.
Dalam sektor sembako, koperasi akan berfungsi sebagai agen resmi sehingga UMKM dapat memperoleh harga lebih kompetitif tanpa mematikan pedagang kecil.
KDMP Pulai Payung didukung fasilitas lengkap, modal awal, kendaraan operasional, serta regulasi hukum yang jelas. Perbankan juga siap terlibat dalam mendukung permodalan koperasi.



