spot_img

Edukasi Konsumen: Memahami Keamanan Produk Susu dan Bijak Menyikapi Isu “Susu Oplosan”

Redaksisatu.id – Belakangan ini di tengah-tengah  masyarakat beredar berbagai isu santer mengenai dugaan praktik kecurangan dalam  produk susu.

Salah satu isu yang sering muncul adalah tudingan adanya produk susu yang dicampur dengan bahan tertentu untuk meningkatkan kadar protein secara tidak wajar.

Isu seperti ini tentu menimbulkan keresahan, apalagi susu merupakan produk yang dikonsumsi anak-anak, lansia, dan keluarga setiap hari.

BACA JUGA  Siap Unjuk Rasa, KAMAKSI Desak KPK Proses Hukum Rudianto Tjen DPR RI

Namun sebagai masyarakat yang bijak, kita perlu bersikap hati-hati. Informasi yang belum terverifikasi bisa berujung pada fitnah, merugikan pihak tertentu, dan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Di sisi lain, kewaspadaan konsumen tetap penting demi menjaga kesehatan keluarga.

Mengapa Isu Ini Sensitif?

Produk susu adalah komoditas pangan yang diawasi ketat oleh otoritas seperti BPOM dan dinas kesehatan.

Dalam industri pangan global, memang pernah terjadi kasus di beberapa negara terkait manipulasi kadar protein dalam produk berbasis susu menggunakan bahan kimia tertentu.

Kasus-kasus tersebut menjadi pelajaran penting bagi dunia industri dan regulator untuk memperketat sistem pengawasan.

Namun penting ditegaskan:
Tidak semua isu yang beredar di media sosial mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Tanpa bukti laboratorium dan keterangan resmi, kita tidak boleh menuduh produsen tertentu melakukan kecurangan.

Apa Itu Manipulasi Kadar Protein?

Secara umum, kadar protein dalam susu diukur melalui kandungan nitrogen. Dalam praktik curang, ada kemungkinan pihak tidak bertanggung jawab.

Mencoba meningkatkan angka uji protein dengan menambahkan zat yang mengandung nitrogen tinggi.

Tindakan seperti ini jelas melanggar hukum dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sekali lagi, ini penjelasan ilmiah secara umum, bukan tudingan terhadap produk atau produsen tertentu.

Sikap Bijak Konsumen

Daripada terjebak pada isu yang belum jelas kebenarannya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat:

Beli produk yang terdaftar resmi
Pastikan produk memiliki izin edar BPOM dan label yang jelas.
Periksa kemasan dan tanggal kedaluwarsa.

Jangan membeli produk dengan kemasan rusak atau segel terbuka.
Perhatikan harga yang tidak wajar
Jika harga terlalu murah jauh di bawah pasaran, patut waspada.

BACA JUGA  Safari Bazaar Putaran Ke-6 Ada Yure Andini, Vin Batubara Hingga Elly Sugigi

Laporkan jika menemukan kejanggalan

Masyarakat dapat melapor ke BPOM atau dinas kesehatan setempat jika menemukan produk yang mencurigakan.

Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, Menyebarkan tudingan tanpa bukti bisa berakibat hukum dan merugikan banyak pihak.

Peran Pemerintah dan Industri

Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab produsen, tetapi juga pemerintah sebagai pengawas dan masyarakat sebagai konsumen.

Transparansi, uji laboratorium berkala, serta pengawasan distribusi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Jika memang ada pelanggaran, mekanisme hukumlah yang harus berjalan. Bukan opini liar yang berkembang tanpa dasar.

Antara Kewaspadaan dan Kehati-hatian

Masyarakat berhak kritis. Namun kritik harus berbasis data, bukan asumsi. Kesehatan publik adalah hal serius, tetapi menjaga keadilan dan menghindari fitnah juga sama pentingnya.

Kita tidak boleh takut bersuara demi keselamatan konsumen, tetapi juga tidak boleh gegabah dalam menuduh tanpa bukti.

Bijaklah menyikapi informasi. Lindungi keluarga dengan pengetahuan, bukan kepanikan.[Kontributor: Jiyono] 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img