Beranda ASUSILA Perkosa Anak 3 Kali, Kuli Bangunan Bejat Ini Ditangkap

Perkosa Anak 3 Kali, Kuli Bangunan Bejat Ini Ditangkap

Perkosa Anak
Gegara perkosa anak di bawah umur 3 kali. Kuli bangunan di Surabaya berinisian SG (48)  ini ditangkap polisi, Kamis (13/1/2022).

Pelaku ini ditangkap setelah keluarga korban melaporkan aksi bejatnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Setelah mendapatkan laporan itu, Unit PPA langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Sejumlah saksi juga turut diperiksa untuk dimintai keterangan.

BACA JUGA  Ditsamapta Polda Banten Rutin Patroli

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengatakan bahwa aksi pelaku perkosa anak itu dilakukan di tempat kos dan rumah korban.

Setelah mendapatkan keterangan dan barang bukti cukup, pelaku yang perkosa anak di bawah umur langsung tangkap.

“Pelaku diamankan usai pergi ke warung kopi. Saat pelaku hendak kembali ke rumah, di depan pagar kos pelaku anggota Unit PPA langsunng melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (13/1/2022).

Menurut Mirzal, pemerkosaan itu dilakukan saat keluarga korban menitipkannya kepada pelaku. Namun, bukan dijaga, tapi pelaku malah memperkosanya hingga 3 kali.

Menurut pengakuan pelaku “Aksinya itu sudah tiga kali. Kejadian itu dilakukan di indekos pelaku dan rumah korban. Saat kondisi rumah memang dalam keadaan sepi, orangtuanya sedang pergi,” ungkap Mirzal.

Atas perbuatan pelaku, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 UU RI NO. 17 tahun 2016 Jouncto Pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang penetapan Perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

[*to-65].

BACA JUGA  Aksi Balap Liar Masih Terjadi di Jalur 32
Artikel sebelumyaPerbaikan Tanggul Cibubur, Pekerjaannya Terkesan Asal Jadi
Artikel berikutnyaKonflik Pembangunan 1 Menara Telekomunikasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.