Beranda Uncategorized Oknum Kades Diduga Akan Mengganti Ijazah Palsunya Dengan Ijazah Lain

Oknum Kades Diduga Akan Mengganti Ijazah Palsunya Dengan Ijazah Lain

Oknum Kades
Sugianto, oknum kades Desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan
Lampung Selatan | redaksisatu.id – Oknum kades diduga akan mengganti ijazah palsunya yang selama ini sudah ramai diberitakan dimedia online, dengan ijazah lain. Selasa, (05/04/2022)
Namun pengganti ijazah palsu itu diduga ijazah palsu juga, hanya saja sekolah yang menerbitkannya berbeda dan  tahun terbitnyapun berbeda, tapi lucunya kepala sekolah yang bertanda tangan diijazah tersebut orangnya sama, dengan ijazah palsu sebelumnya.

Oknum kades ini diduga mempunyai siasat jahat untuk menepis pemberitaan selama ini, seakan beritanya tidak benar, karena saat akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait dirinya sudah mempersiapkan ijazah yang seolah – olah asli padahal palsu juga.

Oknum Kades
Ijazah MTs Al Falah diduga palsu yang di gunakan Sugianto, oknum Kades Desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo

Oknum kades Sugianto (61) yang sekarang sebagai kepala desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan ini, waktu pencalonannya untuk mendaftar  diduga menggunakan persaratan ijazah yang diduga palsu.

Ijazah yang digunakannya sebaga sarat pencalonannya waktu itu yaitu ijazah Madrasyah Iftidaiyah (MI) dan ijazah Tsanawiyah (MTs) atas nama Pondok Pasantren Diniyah Al Falah Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro Lampung Selatan.

Padahal pondok itu sendiri belum ada atau belum dibangun saat ijazah itu dibuat, yang membuat ijazah tersebut M.Yusuf,  dirinya mengaku sebagai kepala sekolah pondok diniayah Al Falah.

Oknum Kades
M.Taojiri Yusuf alias M.Yusuf mengaku sebagai kepala sekolah pembuat ijazah diduga palsu

Sedangkan sekolahnya sendiri belum berdiri atau belum dibangun, sekolah atau pondok diniayah Al Falah dibangun pada tahun 2003, setelah dibangun baru ada kegiatan khusus belajar mengaji, yang sebelum ada gedungnya hanya belajar ngaji di mushola tidak ada kegiatan lain.

Sementara ijazah yang dibuat oleh M.Yusuf,  untuk Sugianto berupa ijazah Madrasyah Iftidaiyah (MI) terbit pada tahun 1999 dan ijazah Tsanawiyah (MTs) ditulis terbit pada tahun 2002, sedangkan pondoknya saja baru berdiri pada tahun 2003 (keterangan pemilik sekaligus pengelola pondoknya)

M.Yusuf mengakui saat dikonfirmasi oleh wartawan redaksisatu.id, dirumahnya, bahwa benar dia telah membuatkan ijazah Sugianto, melalui perantara Sutrisno dengan imbalan Rp.500 ribu untuk satu ijazah, yang disebut M.Yusuf sebagai makelar pembuatan ijazah tersebut, ujarnya.

Oknum Kades
Poto copy ijazah whusto dari Sekolah PAUD atau TK,  Al Marhami Sidomulyo, untuk menggantikan ijazah MTs dari Pondok Al Falah Titiwangi diduga palsu

Belakangan diketahui bahwa Sutrisno adalah sebagai Sekretaris Desa di Desa Banjarsuri dan ijazah yang dipesan Sutrisno untuk Sugianto (61) itu dibuat pada tahun 2020, tapi tahun terbit ijazahnya menuruti permintaan si pemesan, jelas M.Yusuf.

Dan secara mengejutkan, setelah berita tentang dugaan ijazah palsu yang di miliki Sugianto diberitakan media online mencuat kepublik, M.Yusuf justru memperlihatkan pada wartawan redaksisatu.id, kalau Sugianto sudah memiliki ijazah lain lagi.

Saat wartawan redaksisatu.id menanyakan ke M.Yusuf, ada ijazah aslinya, dia menjawab hilang dan dia (M.Yusuf – red) memperlihatkan poto copynya, disitu terbaca dengan jelas nama Sugianto, ijazah Wustha (setara MTs) dari sekolah PAUD atau TK,  Al – Marhami Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.

Oknum Kades
Sutrisno, oknum Sekdes Desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo sebagai makelar pembuat ijazah palsu
Dan yang bertanda tangan sebagai kepala sekolah di ijazah tersebut atas nama M.Taojiri Yusuf, diterbitkan pada tahun 2009 sedangkan di ijazah sebelumnya namanya hanya M.Yusuf ( orang yang sama – red).

Pertanyaannya kalau ijazah yang terbit tahun 2009 ini asli, mengapa waktu Sugianto mendaftar sebagai calon kades di 28 Oktober 2021 yang lalu justru memakai sarat ijazah MTs terbitan tahun 2002 dari Al Falah Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro.

BACA JUGA  Maling Sikat 2 Unit Motor Milik Pasutri di Pasuruan

Sedangkan ijazah yang terdahulu diduga ijazah palsu, persoalannya ijazah yang ditulis tahun 2009 dari Sekolah PAUD atau TK, Al – Marhami Sidomulyo ini baru dibuat pada Februari 2022 ini, sengaja disiapkan untuk menghadapi panggilan pihak terkait, kata M.Taojiri Yusuf alias M.Yusuf.

Diduga ada beberapa duplikasi ijazah palsu lainnya yang dipersiapkan M.Yusuf untuk oknum kepala desa terpilih lainnya yang diduga menggunakan ijazah palsu.(RS/Sai)

Artikel sebelumyaSatgas Gabungan Awasi Produksi dan Distribusi Minyak Goreng Curah
Artikel berikutnya2 Pelaku Pemerkosa Anak di Aceh Dibekuk

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.