Namun, untuk menentukan cara atau prosedur medis yang tepat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter lebih dulu.

Dokter akan menyesuaikannya dengan posisi, ukuran, serta usia tato dan tentunya riwayat kelainan kulit yang Anda miliki, seperti eksim dan psoriasi.

Ada berbagai prosedur medis untuk menghilangkan tato permanen, mulai dari operasi hingga terapi laser.

Namun, setiap prosedur tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bila Anda ingin menghilangkan tato, mari simak dulu penjelasan berikut ini.

1. Teknik laser

Teknik laser adalah salah satu cara menghilangkan tato permanen yang paling sering dilakukan.

Melalui sinar laser, warna tato akan dipecah menjadi partikel yang lebih kecil, kemudian partikel tinta tato yang sudah hancur ini akan menghilang secara alami oleh bantuan sistem kekebalan tubuh.

Dalam proses menghilangkan tato permanen dengan laser, tato berwarna hitam, cokelat, biru tua, dan hijau, lebih mudah dihilangkan daripada warna merah, jingga, kuning, putih, dan biru terang.

Prosedur ini umumnya aman dilakukan, tetapi bisa menimbulkan rasa nyeri atau perih di kulit.

Oleh karena itu, dokter akan memberikan obat bius lokal di kulit sebelum melakukan terapi laser untuk menghilangkan tato di tubuh Anda.

Setelah terapi laser dilakukan, Anda bisa mengalami efek samping berupa munculnya bekas luka, perubahan warna kulit, atau infeksi.

Namun, infeksi kulit umumnya dapat dicegah dengan pemberian salep antibiotik sesuai resep dokter.

Selain itu, cara menghilangkan tato dengan laser juga bisa membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa memerlukan lebih dari 1 kali sesi prosedur bila ukuran tato cukup besar atau warna tato cerah.

BACA JUGA  Solusi Atasi Rambut Rontok Sesuai Penyebabnya

2. Operasi

Selain laser, tato juga bisa dihilangkan dengan prosedur operasi untuk mengangkat jaringan kulit yang ditato.

Tindakan ini bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik. Teknik operasi yang dilakukan bisa bermacam-macam, tergantung ukuran tato di bagian kulit yang akan dihilangkan.

Pada tato berukuran kecil umumnya hanya diambil jaringannya, lalu kulit akan dijahit supaya menyatu kembali.

Sementara pada tato berukuran besar, tidak jarang membutuhkan prosedur cangkok kulit, yaitu mengambil sedikit kulit dari area tubuh lain untuk menutupi bagian yang diambil tersebut.

Setelah operasi, area sayatan juga akan diberi salep antibiotik untuk mencegah infeksi kulit.

Cara ini dianggap sangat efektif dalam menghilangkan tato permanen dalam waktu singkat, tetapi operasi lebih sering menimbulkan bekas luka.

3. Dermabrasi

Dermabrasi adalah cara menghilangkan tato permanen dengan menggunakan alat yang dapat mengikis lapisan atas kulit.

Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan kulit yang ditato.

Dermabrasi kerap menimbulkan rasa nyeri, sehingga tindakan ini umumnya didahului dengan pemberian obat bius lokal.

Dalam prosedurnya, dermabrasi membentuk luka terbuka yang luas di atas kulit.

Luka tersebut memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan tindakan laser. Selain itu, menghilangkan tato dengan cara dermabrasi biasanya memerlukan lebih dari satu kali tindakan.

Oleh karena itu, orang lebih sering memilih cara laser dibandingkan dengan dermabrasi.

Sama seperti tindakan medis lainnya, ketiga prosedur di atas juga berisiko menimbulkan efek samping luka pada jaringan kulit, infeksi, jaringan parut atau bekas luka permanen, perubahan warna kulit, alergi terhadap obat bius

Oleh karena itu, menghilangkan tato perlu dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi dalam melakukan prosedur tersebut.

Setelah tindakan selesai, dokter akan memberikan obat-obatan yang diperlukan untuk mengurangi keluhan nyeri, mencegah infeksi, dan meminimalkan risiko efek samping.

BACA JUGA  Cara Jaga Kesehatan Fisik dan Mental Saat Sibuk

Seperti yang telah diungkapkan di atas, sebelum melakukan prosedur menghilangkan tato permanen, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter lebih dulu.

Dokter akan membantu Anda menentukan metode yang tepat agar hasil yang diperoleh bisa maksimal dan efek sampingnya minimal.

Sumber: alodokter.com