Beranda HUKUM 16 Adegan Diperagakan Dalam Pembunuhan IRT di Aceh

16 Adegan Diperagakan Dalam Pembunuhan IRT di Aceh

16 Adegan Diperagakan Dalam Pembunuhan IRT di Aceh
16 Adegan Diperagakan Dalam Pembunuhan IRT di Aceh
16 Adegan turut diperagakan tersangka oleh pelaku pembunuhan Israwati (35) warga Seuneubok Aceh Timur dalam melakukan rekontruksi oleh Satreskrim Polres Aceh Timur, Senin (7/2).

Sebelumnya zasat Israwati ditemukan pada Jumat (14/1/2022) lalu, di kebun karet yang tidak jauh dari rumahnya.

Pelakunya MJ alias AM (65), warga Gampong Pango, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

BACA JUGA  Pelaku Percobaan Pembunuhan Berhasil Ditangkap

“Tersangka juga membacok korban yang sedang hamil karena meminta pertanggungjawaban pelaku,” ujar Kasta Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono.

Dari hasil rekontruksi diketahui bahwa tersangka sebelumnya dihubungi melalui handphone oleh korban dan mengajak bertemu tersangka.

Sebanyak 16 adegan yang diperagakan oleh tersangka dan korban, diperagakan oleh anggota opsnal Satreskrim Polres Aceh Timur, yang di Mapolres setempat pada Senin kemarin.

BACA JUGA  Penampakan Excavator di Lokasi Pertambangan Ileggal Desa Beringin Jaya

“Adegan pertama sampai keenam memperagakan antara korban dan tersangka bertemu di sebuah tempat yang sebelumnya mereka pernah berjumpa di tempat tersebut,” ujar Miftahuda Dizha Fezuono.

Pada adegan ketujuh, korban meminta kepada tersangka bertanggung atas kehamilannya, namun tersangka tidak mau bertanggung jawab.

“Mendengar tersangka tidak mau bertanggung jawab, pada adegan ke delapan ini korban mulai marah dan mengamuk sambil memegang parang milik tersangka dan mengancam akan membacok tersangka,” tambahnya.

BACA JUGA  KSOP Pontianak: Proses Keluar Masuk Kapal Menggunakan Sistem Online

Pada adegan ke Sembilan dan sepuluh, antara korban dan tersangka saling berebut parang dan korban terus berontak sambil berteriak meminta tolong, tersangka yang mulai panik kemudian menekan leher korban di adegan kesebelas.

Masuk ke adegan dua belas, korban bertambah kencang meminta tolong, membuat tersangka terus menekan leher korban dengan kuat hingga akhirnya korban lemas dan tersangka merebut parang dari tangan korban.

“Setelah itu korban jatuh dengan posisi terlentang, pada adegan ketiga belas ini tersangka bergerak cepat menggunakan sebilah parang yang sebelumnya dipegang oleh korban kemudian tersangka rebut dan berdiri kemudian dengan reflek dan cepat tesangka membacok korban sebanyak satu kali di bagian leher,” ujar Dizha.

BACA JUGA  11 Pelaku Illegal Mining Dan 2 Ekskavator Diamankan

Kemudian sambungnya lagi, adegan ke empat belas hingga enam belas tersangka meninggalkan lokasi dan berusaha menghilangkan barang bukti berikut handphone milik korban.

Semetara pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana Sub pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun, pidana mati atau seumur hidup. (*RM)

BACA JUGA  Pesta Miras Berakhir dengan Terbunuhnya Pemuda di Makassar
Artikel sebelumyaWakil Ketua PSKB Ucapkan Terima Kasih Kepada Warga Bukittinggi
Artikel berikutnyaKerusakan Dermaga VI Pelabuhan Merak ASDP Bakauheni Stop Ferry Express

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.